Mahasiswa Jepang Belajar Budaya di Salatiga

- Sabtu, 2 Maret 2019 | 17:46 WIB
Mahasiswa asal Keio University, Jepang belajar menabuh gamelan di UKSW, Sabtu (2/3/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Mahasiswa asal Keio University, Jepang belajar menabuh gamelan di UKSW, Sabtu (2/3/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SALATIGA, AYOSEMARANG.COM--Suasana kelas mata kuliah bahasa Jepang program studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tampak lain dari biasanya. Meski agak terbata-bata, sejumlah mahasiswa terlihat bercakap-cakap menggunakan bahasa Jepang. Sementara rekan lain yang sudah fasih berbahasa Jepang dengan senang hati membantu mengoreksi.

Pemandangan ini tak lain karena masuknya sepuluh mahasiswa asal Keio University, Jepang dalam kelas tersebut. Mereka saat ini tengah mengikuti Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) yang diselenggarakan oleh Language Training Center (LTC) UKSW selama dua pekan.

Dalam kelas gabungan Sabtu (2/3/2019) suasana nampak interaktif, mahasiswa UKSW dibuat berkelompok dengan satu mahasiswa Keio didalamnya. Nampak mereka berdiskusi mengenai berbagai hal seperti festival yang dirayakan di masing-masing negara, kebudayaan hingga keunikan negaranya.

Kegiatan dilanjutkan dengan games oleh mahasiswa Keio University dan ditutup dengan saling mengenakan baju adat dari masing-masing negara. Akiho Tsuji mahasiswi asal Keio University nampak cantik dalam balutan kebaya bludru, pakaian tradisional masyarakat Jawa Tengah.

AYO BACA : Campuran Beras dan Susu Dibuat Jadi Masker Organik

Sementara Via Purniawati mahasiswi UKSW tak kalah menarik saat menggunakan Yukata, pakaian tradisional Jepang.

Direktur LTC UKSW Johanna Marselina Likumahuwa, SPd, menerangkan bahwa peserta PIBBI dari Keio University akan berada di UKSW hingga Senin (4/3/2019). Selama mengikuti program ini mereka lebih banyak bersosialisasi dengan civitas akademika UKSW dan masyarakat Salatiga.

Salah satunya mengikuti perkuliahan dengan mahasiswa UKSW pada matakuliah bahasa Jepang, kunjungan ke tempat-tempat umum, pasar tradiosional, serta kunjungan ke tempat peribadatan umat muslim.

Selain itu, dituturkan Johanna ada beberapa kelas yang harus diikuti seperti belajar bahasa dan budaya Indonesia dasar, gamelan, dan presentasi. “Untuk tempat tinggal selama di Salatiga mereka berada di homestay. Total ada lima homestay yang kami sediakan, sementara untuk transportasi menuju ke kampus mereka lebih banyak berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum,” terang Johanna.

Halaman:

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Tags

Terkini

Baru Sesi Pertama Digelar, Tes SKD Alami Kendala

Sabtu, 18 September 2021 | 21:30 WIB

Kelas Industri Horison Hadir di SMK 6 Semarang

Sabtu, 18 September 2021 | 15:03 WIB

Jiwa Pemimpin Bisa Diasah melalui Pelatihan

Selasa, 14 September 2021 | 16:06 WIB
X