Pacu Penyelesaian Proposal Disertasi dengan Writing Camp

- Sabtu, 16 Maret 2019 | 14:12 WIB
Promotor disertasi Prof Dr Y Budi Widianarko MSc menyampaikan paparan pada kegiatan  writing camp di Griya Paseban, Semarang, Sabtu (16/3/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Promotor disertasi Prof Dr Y Budi Widianarko MSc menyampaikan paparan pada kegiatan writing camp di Griya Paseban, Semarang, Sabtu (16/3/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM--Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Unika Soegijapranata selama dua hari yaitu mulai Jumat sampai Sabtu (15/3/2019-16/3/2019) menggelar kegiatan  writing camp dengan tema “Fokus, Yakin, Semangat – Road to My Doctorate” di Griya Paseban, Semarang.

Kegiatan yang memang sudah dirancang bagi para mahasiswa semester dua PDIL Unika ini diikuti oleh delapan mahasiswa PDIL dengan didampingi oleh delapan Co-Promotor dan Dua Promotor.

Ketua PDIL Unika Soegijapranata, Prof Dr Andreas Lako berharap, para mahasiswa program doktor di semester II ini bisa menyelesaikan proposal disertasi mereka dan nanti bulan Maret hingga April sudah bisa ujian kelayakan proposal. 

''Kemudian bagaimana cara kita memacu dan membantu para mahasiswa tersebut yaitu dengan mengadakan kegiatan writing camp ini,'' jelas Prof Andreas kepada ayosemarang, Sabtu (16/3/2019). 

Menurut dia dengan tugas-tugas yang sudah ada di mata kuliah proposal dan disertasi serta tugas-tugas strategi penulisan di mata kuliah metodologi, sebenarnya para mahasiswa tersebut sudah memiliki bekal pengetahuan dan teknis-teknis menulis. Termasuk dalam penugasan-penugasan mereka juga sudah melakukannya. 

''Sekarang ini kita lakukan adalah berbeda karena dalam kegiatan writing camp ini kami mendorong para mahasiswa tersebut untuk memantapkan proposal disertasi mereka, jadi fokus mereka hanya terkait dengan disertasi mereka,” sambung Prof Andreas.

Selain itu, lanjut dia, program ini sesuai aturan pemerintah adalah program by research sehingga teorinya tidak terlalu banyak dan sebaliknya justru riset dalam rangka penyelesaian disertasi itu diberi porsi yang sangat besar (60 SKS). 

''Karena hal tersebut, kami dari program studi mencoba membuat kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk fokus dan semakin yakin serta semangat di dalam menyelesaikan riset disertasi mereka yang diawali dengan penyelesaian proposal,'' paparnya.

Adapun salah satu promotor disertasi yang hadir dalam kegiatan writing camp ini, Prof Dr Y Budi Widianarko MSc mengemukakan ada dua hal yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa program doktor ini.

Menurtnya hambatan yang sering dihadapi para mahasiswa doktor dalam penyusunan proposal disertasi adalah konsentrasi dan kesempatan. Maka untuk mengantisipasi kedua hal itu bisa dilakukan pengerjaan secara kolektif atau bersama-sama seperti yang dilakukan dalam writing camp ini. 

''Dengan cara tersebut, saya berharap akan ada pengaruh positif antar rekan atau antar sejawat dan ada semangat bersama untuk saling memotivasi sehingga apa yang menjadi target dapat tercapai. Jadi problemnya adalah konsentrasi, sedangkan tentang waktu itu relatif, tetapi konsentrasi serta keinginan untuk mengerjakan,'' tambahnya. 

Oleh sebab itu, sambung Prof Budi, perlu dukungan teman. Hal lain, adalah secara umum para mahasiswa itu sudah punya topik dan sudah menggumuli isu proposal ini hampir setahun. ''Saya kira untuk selanjutnya tinggal menuangkannya dalam kalimat dan untuk itu maka program PDIL berupaya memaksa mereka melalui writing camp ini. Maka ini yang dimaksud jika dengan istilah saya sebagai proses pemaksaan yang ramah,”tandas Prof Budi sambil tersenyum.

Sedangkan salah satu mahasiswa program PDIL yang mengikuti kegiatan writing camp, Elisa Rinihapsari mengungkapkan kendala yang dia hadapi dalam penyusunan proposalnya.

“Kendala yang sering saya hadapi adalah waktu, karena saya masih memiliki tanggungjawab juga di pekerjaan selain kuliah di PDIL ini. Kendala lainnya adalah bidang yang akan saya ambil ini adalah bukan bidang saya, maka saya akan masuk ke bidang penelitian kualitatif dan itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk belajar lebih banyak, namun bersyukurnya promotor dan co-promotor sangat supportif sehingga saya optimis proposal saya akan bisa selesai,” tandasnya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Baru Sesi Pertama Digelar, Tes SKD Alami Kendala

Sabtu, 18 September 2021 | 21:30 WIB

Kelas Industri Horison Hadir di SMK 6 Semarang

Sabtu, 18 September 2021 | 15:03 WIB

Jiwa Pemimpin Bisa Diasah melalui Pelatihan

Selasa, 14 September 2021 | 16:06 WIB
X