Gunakan VR, Unika Beri Layanan Kekinian di Perpustakaan

- Selasa, 23 Juli 2019 | 16:44 WIB
Unika Soegijapranata berinovasi menggunakan fasilitas Studio Pembelajaran Digital atau disingkat ‘Speda’ dan Augmented Reality Library (AR Library) serta Virtual Reality Library (VR Library). (Vedyana Ardyansah/ ayosemarang.com)
Unika Soegijapranata berinovasi menggunakan fasilitas Studio Pembelajaran Digital atau disingkat ‘Speda’ dan Augmented Reality Library (AR Library) serta Virtual Reality Library (VR Library). (Vedyana Ardyansah/ ayosemarang.com)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM-- Dalam rangka layanan perpustakaan yang mendukung proses kegiatan pembelajaran literasi, Unika Soegijapranata berinovasi menggunakan fasilitas Studio Pembelajaran Digital atau disingkat ‘Speda’ dan Augmented Reality Library (AR Library) serta Virtual Reality Library (VR Library).

Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti mengatakan penggunaan media literasi digital Virtual Reality (VR) di perpustakaan Unika, merupakan pertama kalinya ada di tingkat provinsi bahkan di tingkat nasional.

Fasilitas Speda ini bisa digunakan untuk membuat konten-konten pembelajaran dalam bentuk audiovisual yang bisa ditayangkan di aplikasi Massive Open Online Course (MOOC) Unika dan juga bisa ditayangkan dalam kegiatan E- Learning,” ujarnya, Selasa (23/7/2019).

AYO BACA : Tingkatkan Kualitas, Sarjana dan Diploma Harus Punya Sertifikat Kompetensi

Menurutnya, para dosen dapat membuat materi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya seperti misalnya penggunaan power point, Pdf dan tercetak, yaitu dengan dibantu oleh petugas perpustakaan dalam membuat konten digital di ruang Studio Pembelajaran Digital (Speda) yang nanti hasilnya bisa diakses oleh mahasiswa.

“Para mahasiswa tentu akan semakin antusias dan tertarik dengan penggunaan konten pembelajaran yang berbeda dan itu tentunya akan membuat mahasiswa akan lebih semangat belajar karena mereka bisa mengulang-ulang pembelajarannya dari konten digital yang diberikan oleh dosen,” tambahnya.

Selain itu, layanan AR Library, serta VR Library diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan informasi para mahasiswa di era milenial dan distruptif  saat ini. Pengembangan konten atau layanan yang memang mengakomodir kebutuhan milenial itu diharapkan dapat mengubah anggapan mahasiswa supaya perpustakaan bisa menjadi tempat belajar yang asyik.

AYO BACA : Dies Natalies ke-38 UPGRIS, Sri Mulyani: Ciptakan Start Up Dunia Pendidikan

“Kami juga menyediakan layanan photobooth 3D untuk civitas akademika supaya perpustakaan menjadi tempat yang mengasyikkan juga untuk belajar dan sarana rekreatif,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

5 Cara Benar Belajar Matematika, Dijamin Langsung Bisa

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:03 WIB

5 Kelebihan Belajar Online untuk Anak-Anak

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:48 WIB

BEM UPGRIS Gelar Porsima dengan Prokes Ketat

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:38 WIB

Unika Gelar Donor Darah Peringati 10 Tahun NUNI

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:20 WIB

UPGRIS Targetkan Penambahan Jurnal Terindeks Scopus

Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:05 WIB
X