LPPM UPGRIS Adakan Pelatihan Geguritan dan Panatacara

- Selasa, 3 Maret 2020 | 16:39 WIB
Pelatihan panatacara dan membaca geguritan (puisi berbahasa Jawa)  di Sanggar Pamelengan Palang Putih Nusantara  Borobudur, Magelang, baru-baru ini.(dok Humas UPGRIS)
Pelatihan panatacara dan membaca geguritan (puisi berbahasa Jawa) di Sanggar Pamelengan Palang Putih Nusantara Borobudur, Magelang, baru-baru ini.(dok Humas UPGRIS)

MAGELANG, AYOSEMARANG.COM -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan pelatihan panatacara dan membaca geguritan (puisi berbahasa Jawa)  di Sanggar Pamelengan Palang Putih Nusantara  Borobudur, Magelang, baru-baru ini. Kegiatan tersebut sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

yang diketuai  oleh Ajeng Setyorini, beranggotakan  Nuning Zaidah, Laily Nur Affini,  dan Siti Nur’Aini, serta seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Dyah Retna Pambayun.

Ketua Pelatihan Geguritan dan Panatacara UPGRIS, Ajeng Setyorini mengatakan, saat ini perlu ada upaya untuk memperhatikan budaya melalui apresiasi terhadap sanggar yang masih berada di masyarakat. 

AYO BACA : Magang di Luar Negeri, 6 Mahasiswa UPGRIS Tak Sekadar Cari Pengalaman

"Maka melalui pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan meningkatkan dan mengembangkan potensi berbahasa khususnya masyarakat Onggosoro Borobudur, Magelang,” jelasnya, Selasa (3/3/2020).

Materi pada pelatihan tersebut dilaksanakan dua hari, hari pertama tentang teori membaca geguritan dan  public speaking. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktik. 

Pada sesi ceramah, anggota tim pengabdi memberikan materi berupa hand-out dan menyampaikan keterangannya secara lisan yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab sederhana. Anggota tim pengabdi bertanya kepada para peserta tentang hal-hal yang mereka ketahui seputar budaya dan agama yang mereka yakini yang kemudian dikaitkan dengan materi pelatihan.

AYO BACA : Efektifkan Peran RT/RW, Ini Alasan Bupati Kendal

"Kegiatan berikutnya adalah  mempraktikkan secara langsung pembacaan puisi bahasa Jawa, panatacara dan public speaking. Kemudian peserta pelatihan diminta untuk menirukan contoh yang diberikan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

5 Cara Benar Belajar Matematika, Dijamin Langsung Bisa

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:03 WIB

5 Kelebihan Belajar Online untuk Anak-Anak

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:48 WIB

BEM UPGRIS Gelar Porsima dengan Prokes Ketat

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:38 WIB

Unika Gelar Donor Darah Peringati 10 Tahun NUNI

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:20 WIB

UPGRIS Targetkan Penambahan Jurnal Terindeks Scopus

Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:05 WIB
X