Siaga Korona, UIN Walisongo Terapkan Kuliah Daring

- Minggu, 15 Maret 2020 | 21:31 WIB
Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq MAg. (dok)
Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq MAg. (dok)

NGALIYAN, AYOSEMARANG.COM-- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo akan menerapkan kuliah online atau dalam jarinagn (daring) menyusul siaga virus korona. Hal itu termaktub dalam surat edaran  Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MAg mengeluarkan edaran bernomor B-1630/Un.10.0/R/HM.00/03/2020 tertanggal 15 Maret 2020 perihal Edaran Pencegahan Penyebaran Covid-19, Minggu (15/3/2020).

Kebijakan itu diambil dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko  Widodo di Istana Bogor pada tanggal 15 Maret 2020; Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK 02.01/MENKES/199/2020; Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 069-08/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Diseases-19 (COVID-19); Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 13/2020 tanggal 4 Maret 2020 tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, serta Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Covid-19 di Lingkungan Kementerian Agama; Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor B-574.1/DJ.I/HM.01/03/2020 tanggal 4 Maret 2020 tentang Kesiapsiagaan dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Pneumonia di Lingkungan Madrasah, Pondok Pesantren dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

UIN Walisongo memberlakukan status SIAGA COVID-19 sejak surat edaran ini diterbitkan, kata Guru Besar Tafsir itu sebagaimana keterangan tertulis.

Sebagai tindak lanjut penetapan status tersebut, lanjutnya, UIN Walisongo memutuskan tujuh kebijakan umum sebagai berikut:

Pertama, seluruh sivitas UIN Walisongo diharap tetap tenang dan tidak panik, serta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menghindari kerumunan.

Kedua, memberikan edukasi kepada masyarakat dan sivitas UIN Walisongo tentang Covid-19.

Ketiga, membiasakan hidup sehat dengan mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan melakukan disinfektasi tempat kerja secara rutin (minimal 2 kali per hari).

Keempat, menyediakan hand sanitizer, masker dan disinfektan di lingkungan kerja masing-masing.

Kelima, mengurangi berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang baik di dalam maupun di luar kampus seperti seminar, workshop, Focus Group Discussion (FGD),  pengabdian masyarakat, atau kegiatan lainnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Baru Sesi Pertama Digelar, Tes SKD Alami Kendala

Sabtu, 18 September 2021 | 21:30 WIB

Kelas Industri Horison Hadir di SMK 6 Semarang

Sabtu, 18 September 2021 | 15:03 WIB

Jiwa Pemimpin Bisa Diasah melalui Pelatihan

Selasa, 14 September 2021 | 16:06 WIB
X