Unika Gelar Webinar Pengelolaan Limbah Medis di Tengah Pandemi

- Senin, 13 Juli 2020 | 20:00 WIB
seminar nasional dengan tema besar “Pengelolaan Limbah Medis Pada Masa Pandemi Covid-19 (Perlindungan Bagi Masyarakat dan Tenaga Kesehatan)” (dok)
seminar nasional dengan tema besar “Pengelolaan Limbah Medis Pada Masa Pandemi Covid-19 (Perlindungan Bagi Masyarakat dan Tenaga Kesehatan)” (dok)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM -- Angkatan XXX Magister Hukum Kesehatan Unika menyelenggarakan seminar nasional dengan tema besar “Pengelolaan Limbah Medis Pada Masa Pandemi Covid-19 (Perlindungan Bagi Masyarakat dan Tenaga Kesehatan)” belum lama ini.

Ketua panitia seminar, Sri Rahayu mengatakan, topik mengenai pengelolaan limbah medis B3 bukan tanpa alasan. Hal tersebut mengingat, limbah Medis memang menjadi perhatian tersendiri di saat covid-19 saat ini.

AYO BACA : Unika Siapkan Laboratorium Komputer Jarak Jauh untuk Kuliah Mahasiswa

"Pengelolaan limbah medis B3 jika tidak dilakukan dengan baik, maka akan berdampak pada pencemaran lingkungan terutama fasilitas kesehatan. Sehingga bagaimana mengelola limbah medis itu dengan benar," ujarnya dalam keterangan yanh diterima, Senin (13/7/2020).

Sedangkan keynote speaker seminar, Sinta Saptarina Soemiarno dalam paparannya menjelaskan mengenai kondisi pengelolaan dan regulasi limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan).

AYO BACA : Sengketa Aset Pasar Pagi Kota Tegal Akhirnya Rampung Usai 30 Tahun Bermasalah

“Pengelolaan limbah B3 menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 adalah pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, penimbunan, dan dumping,” katanya.

Disamping itu bagi pengelola limbah B3, berdasarkan pasal 32-34 dan lampiran VII PERMENLHK 56/2015, harus menjamin perlindungan personel yang berhubungan langsung dengan pengelolaan limbah B3 yaitu meliputi APD, fasilitas higiene perorangan, imunisasi (hepatitis B dan tetanus), praktek pengamanan dan keamanan sitotostik, pemeriksaan medis rutin, pemberian makanan tambahan (Vitamin, susu, makanan bergizi dll).

"Penanganan limbah infeksius fasyankes juga dilakukan secara khusus mulai dari pemilahan hingga sampai pemusnahan limbah infeksius,” katanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Baru Sesi Pertama Digelar, Tes SKD Alami Kendala

Sabtu, 18 September 2021 | 21:30 WIB

Kelas Industri Horison Hadir di SMK 6 Semarang

Sabtu, 18 September 2021 | 15:03 WIB

Jiwa Pemimpin Bisa Diasah melalui Pelatihan

Selasa, 14 September 2021 | 16:06 WIB

Pemilihan Direktur Polines Diharap Lewat Mufakat

Senin, 13 September 2021 | 14:53 WIB
X