Ruang Rabu PMPL Unika Soegijapranata Bahas Isu PLTN

- Jumat, 2 April 2021 | 14:11 WIB
Ruang Rabu PMPL Unika Soegijapranata Bahas Isu PLTN. (dok)
Ruang Rabu PMPL Unika Soegijapranata Bahas Isu PLTN. (dok)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM -- Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya berbagi pengalaman tentang semangat para akademisi senior yang tetap konsisten bergerak dengan hati.

Hal tersebut merupakan sambutannya dalam kegiatan Ruang Rabu Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) Unika Soegijapranata beberapa waktu lalu.

“Satu dekade lalu saya sudah terkagum-kagum dengan para akademisi senior yang tergabung dalam ruang Rabu PMLP dan telah menyuarakan tentang PLTN melalui media massa. Selain itu, di PMLP Unika dengan jaringannya ternyata banyak orang-orang hebat di situ yang berkaitan dengan energi, juga aktif dalam hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan, ujarnya dalam keterangan yang diterima.

Terlebih hari ini PMLP dengan acaranya telah membedah buku, maka saya yakin akan ada sesuatu yang bisa kita dapatkan. PMLP dengan Ruang Rabunya konsisten menyelenggarakan acara-acara yang membuat kita dan masyarakat bisa tercerahkan,” imbuhnya.

Keynote speaker dalam acara Prof Purnomo Yusgiantoro menyampaikan beberapa hal mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pilihan Terakhir.

Menurutnya, Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar, yang di dalamnya terdapat energi baru dan energi terbarukan. Di dalam sumber energi baru adalah sumber energi yang dapat dihasilkan oleh teknologi baru, baik yang berasal dari sumber energi terbarukan maupun sumber energi tak terbarukan.

Contohnya nuklir, hidrogen, gas metana batubara (coal bed methane), batubara tercairkan (liquified coal), dan batubara tergaskan (gasified coal). Jadi nuklir adalah termasuk dalam energi baru, ucapnya.

Ia melanjutkan, peluang pengembangan PLTN di Indonesia bisa didasarkan pada beberapa hal, di antaranya adalah keekonomian PLTN semakin kompetitif, menjamin pasokan energi dalam skala besar, mendukung Indonesia untuk pencapaian National Determined Contribution (NDC) targetnya 29 % pengurangan karbon tahun 2030.

Lalu terdapat daerah di Indonesia yang aman dari gempa bumi yang memungkinkan pembangunan PLTN, katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Baru Sesi Pertama Digelar, Tes SKD Alami Kendala

Sabtu, 18 September 2021 | 21:30 WIB

Kelas Industri Horison Hadir di SMK 6 Semarang

Sabtu, 18 September 2021 | 15:03 WIB

Jiwa Pemimpin Bisa Diasah melalui Pelatihan

Selasa, 14 September 2021 | 16:06 WIB
X