[POKOKMEN PSIS] Tekad Baja Budi Wahyono Bawa PSIS Juarai Liga Perserikatan 1987

- Selasa, 20 Juli 2021 | 15:36 WIB
Budi Wahyono bersama tim PSIS era Liga Perserikatan 1987. (dok)
Budi Wahyono bersama tim PSIS era Liga Perserikatan 1987. (dok)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Seseorang harus memiliki tekad dan semangat yang kuat, kerja keras, pantang menyerah dalam menggapai impiannya. Tak hanya itu, doa juga memiliki peranan penting dalam menentukan pencapaian tersebut.

Hal itulah yang dipahami betul oleh sosok, Budi Wahyono, eks penyerang PSIS Semarang era Perserikatan dalam mencapai puncak tertinggi mengantarkan Mahesa Jenar meraih juara dalam Liga Perserikatan tahun 1987.

Dalam kariernya, membawa PSIS Semarang menjuarai Liga saat itu adalah prestasi yang sangat dibanggakannya. Mengingat, proses panjang harus dilalui para pemain dan official tim PSIS Semarang kala itu. Mulai dari teknis dan non teknis di luar lapangan.

Budi Wahyono mengakui itu, bahwa perjuangan keras tak mengkhianati hasil. Dan tekad yang kuat menjadi kekuatan besar dalam diri seseorang.

Ayosemarang.com pun berkesempatan mendengarkan cerita salah satu eks pemain PSIS kelahiran 29 Desembeb1960 saat melakoni laga final melawan Persebaya kala itu. Yang mana dirinya sempat hanya akan menghiasi bangku cadangan lantaran mengalami cedera serius di kaki kanannya.

"Di semi final saya sempat mendapat cedera serius setelah berbenturan dengan kiper lawan. Saat itu PSIS melawan Persib Bandung. Bola tanggung, saya masuk kiper juga masuk mau ambil bola. Terjadilah benturan yang tak terhindarkan. Saya cedera, Kiper Persib yang saat itu saya masih ingat namanya, Sobur, juga cedera," ceritanya, Selasa 20 Juli 2021.

Akibat dari benturan tersebut, lanjut Budi, dirinya harus mengalami sobek kulit yang lumayan dalam panjang di bagian sebelah tulang kering kaki kanannya. Ia pun harus mendapatkan perawatan medis kala itu dan mendapatkan kurang lebih 10 jahitan di rumah sakit.

AYO BACA : [POKOKMEN PSIS] Supriyadi, Sosok Pembentuk Fisik Prima PSIS Era 80-an dengan Menerapkan Ilmu Atletik di Sepak Bola

"Cukup dalam sobeknya, setelah dibawa ke rumah sakit, sobek di kaki saya langsung dijahit karena mendapat hantaman pul sepatu dari kiper. Kalau ditanya sakit apa nggak, sakit pastinya mas," candanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X