TeLe ApIK, Pasien Bisa Cek Kedatangan Dokter Kesayangan

- Rabu, 16 Oktober 2019 | 20:11 WIB
TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng Antrean Pendaftaran lan Poliklinik RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. (istimewa)
TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng Antrean Pendaftaran lan Poliklinik RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. (istimewa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM-- RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto memiliki aplikasi online untuk memudahkan pelayanan. Aplikasi tersebut diberi nama TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng Antrean Pendaftaran lan Poliklinik. Tele APIK terpilih menjadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Perjalanan dalam membuat aplikasi itu, menurut Plt Direktur RSMS Yunita Dyah Suminar sudah dimudahkan, karena didahului adanya aplikasi registrasi online. Sehingga tinggal edukasi lanjut. Selain butuh server web yang mumpuni dan besar, RSMS juga ingin menciptakan bagaimana pelayanan publik dibangun dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

AYO BACA : Nguri-uri Budaya Melalui PGSD Fair 2019

Pasien-pasien RS Margono yang tempat tinggalnya jauh seperti Jawa Tengah barat selatan perlu informasi jelas tentang kapan waktu dokter kesayangan mereka praktik menjadi faktor utama dibuatnya aplikasi itu. 

Kita memikirkan waktu pelayanan pasien supaya tidak seharian di RS. Saya membayangkan yang sakit adalah pekerja. Kalau pelayanannya lama, mereka tidak bisa melakukan aktifitas lain, kalau PNS, tidak perlu ijin lama, pedagang tidak harus menutup warungnya seharian, dengan aplikasi berbasis android mereka bisa mengakses dengan mudah, dimana saja, kapan saja, katanya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima ayosemarang.com, Rabu (16/10/2019).

AYO BACA : Mahasiswa USM Raih 10 Besar Film Dokumenter Bidikmisi Award 2019

Sistem TeLe ApIK, kata Yunita, dipantau secara langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, oleh BKD yang akan melihat soal kedisiplinan karyawan, maupun oleh direktur RSMS untuk mengetahui kinerja para dokter. Masyarakat pengguna layanan pun merasakan dampaknya karena lebih transparan. Sehingga, ada keadilan dalam pelayanan publik. Akhirnya, citra pelayanan pun menjadi lebih baik.

Sesudah inovasi dilakukan, kata Yunita, komitmen dokter spesialis yang datang tepat waktu pun meningkat. Jika sebelumnya hanya 20 persen, naik menjadi 88,98 persen. Pasien pun dapat memantau antrean secara realtime melalui web maupun android. Angka komplain pasien dari rata-rata 18 orang, turun menjadi 3 orang saja.

Sedangkan kepuasan pasien juga meningkat dari 76 persen menjadi 85,27 persen. Jumlah pasein juga naik 20,59 persen dan pendapatan RS naik 16,64 persen. Waktu tunggu anamnesa yang sebelumnya lebih dari dua jam, menjadi kurang dari 60 menit. 

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Waspada! Wonogiri Berpotensi Terjadi Tsunami 33,5 Meter

Minggu, 19 September 2021 | 12:05 WIB

Puskesmas Dempet Komitmen Tangani Stunting di Demak

Sabtu, 18 September 2021 | 12:18 WIB

Promosikan Kopi, Pemkab Temanggung Siapkan Ngopi Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 21:32 WIB

Sragen Kirim 2 Atlet untuk Berlaga di PON XX Papua

Jumat, 17 September 2021 | 15:15 WIB
X