BKKBN Jateng Fokus Program Kampung KB Center of Excellence (COE)

- Kamis, 17 Oktober 2019 | 08:02 WIB
Kepala Subbid Hub Antara Lembaga dan Bina Unit Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih memberikan bantuan secara simbolis di kampung KB Kencana Sari, Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Pruworejo. (Vedyanan/Ayosemarang.com)
Kepala Subbid Hub Antara Lembaga dan Bina Unit Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih memberikan bantuan secara simbolis di kampung KB Kencana Sari, Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip, Pruworejo. (Vedyanan/Ayosemarang.com)

PURWOREJO, AYOSEMARANG.COM -- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, saat ini berfokus terhadap kualitas dari program kampung keluarga berencana (KB).

Upayanya, beberapa kampung KB yang tersebar di Jateng, akan dijadikan menjadi kampung KB bertaraf center of excellence (COE). Sehingga mampu menjadi percontohan bagi kamoung KB lainnya.

AYO BACA : TeLe ApIK, Pasien Bisa Cek Kedatangan Dokter Kesayangan

“Kita menetapkan COE tingkat propinsi di tahun 2018 ada dua yaitu Kampung KB Gadis Kabupaten Cilacap, dan Kampung KB Duta Makmur Kabupaten Sukoharjo," ujar Kepala Subbid Hub Antara Lembaga dan Bina Unit Lapangan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih, usai mengunjungi Kampung KB Kencana Sari, Desa Candisari, Kecamatan Banyuurip,Purworejo Kamis (17/10/2019).

Di tahun 2019, pihaknya menetapkan 35 kampung KB COE. Dengan demikian, BKKBN mempunyai Kampung KB COE  sebanyak 37 kampung di Jawa Tengah.

AYO BACA : Pahamkan Siswa Masalah Kependudukan, SMA N 1 Purworejo Jadi SSK

“Jadi ruang lingkup kampung KB sebelumnya ditingkat RW, bisa menjadi kampung KB tingkat desa. Penguatan dan peningkatan kualitas, Itu yang kami targetkan,” tambahnya.

Nasri menambahkan, jika jumlah Kampung KB di Provinsi Jawa Tengah dalam laporan web BKKBN ada 1.940 yang tersebar di 35 kabupaten/kota. 

"Setiap kampung KB memiliki plus minus masing-masing. Walaupun di web masih 40 persen tapi ada kampung kb bagus tapi belum memaksimalkan web. Seperti di Boyolali itu. Biasanya penyuluh belum bisa memanagemen waktunya karena banyaknya yang perlu didampingi, sehingga tak bisa mengisi di web. Itu yang selalu kita dorong untuk penyuluh," katanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

MTs NU Banat Kudus Miliki 6 Tim Riset

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:16 WIB

Kota Tegal Berstatus Level 1, Dedy Yon: Jangan Lengah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:35 WIB
X