Keraton Solo Tiadakan Grebeg Maulud dan sekaten Hindari Penularan Covid-19

- Kamis, 22 Oktober 2020 | 08:08 WIB
Warga Kota Solo mengikuti Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Agung Kasunanan Surakarta, Jumat (1/12/2017). (surakarta.go.id)
Warga Kota Solo mengikuti Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Agung Kasunanan Surakarta, Jumat (1/12/2017). (surakarta.go.id)

SOLO, AYOSEMARANG.COM -- Menghindari berpotensi memunculkan kerumunan yang bisa jadi sarana penularan Covid-19, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat meniadakan kegiatan Grebeg Maulud dan sekaten.

Sedangkan ritual adat seperti jamasan dan wilujengan tetap berlangsung meski hanya secara internal.

AYO BACA : Solo KLB Virus Korona, Keraton Kasunanan Surakarta Ditutup

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipokusumo, mengatakan peniadaan acara itu sesuai perintah Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi.

Sesuai kalender Islam, Grebeg Maulud akan digelar Kamis (29/10/2020). Sedangkan sekaten merupakan tradisi yang biasanya digelar Keraton Solo menjelang peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW.

AYO BACA : Liga Champions: Liverpool Curi Poin Berkat Gol Bunuh Diri Ajax

“Tahun ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi meniadakan gunungan dan sekatenan. Ini sebagai antisipasi munculnya kerumunan massa saat penyelenggaraan dua kegiatan itu," kata Gusti Dipo, dikutip dari Suara.com, Kamis (22/10/2020).

Gusti Dipo mengatakan segala kegiatan adat lainnya yang berhubungan dengan Maulud tetap akan digelar secara internal. Misalnya, ritual jamasan pusaka dan wilujengan.

Namun, tradisi menabuh gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, selama tujuh hari saat sekaten Keraton Solo tidak akan dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Puskesmas Gajah ll Demak Vaksinasi Door to Door

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:12 WIB

MTs NU Banat Kudus Miliki 6 Tim Riset

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:16 WIB
X