Paguyuban Pedagang Pasar Wonogiri Pertanyakan Keefektifan Program Jateng di Rumah Saja

- Rabu, 3 Februari 2021 | 20:50 WIB
Konsumen berbelanja di Pasar Kota Wonogiri dengan memakai masker, Rabu (14/10). Pedagang dan konsumen pasar tak kendur melawan Covid-19. (Espos/Rudi Hartono)
Konsumen berbelanja di Pasar Kota Wonogiri dengan memakai masker, Rabu (14/10). Pedagang dan konsumen pasar tak kendur melawan Covid-19. (Espos/Rudi Hartono)

WONOGIRI, AYOSEMARANG.COM -- WONOGIRI -- Program 2 hari Jateng di rumah saja mendapat respons dari para pedagang pasar di Wonogiri. Mereka justru mempertanyakan keefektifan program tersebut dalam menekan persebaran Covid-19.

Namun, sebagai orang kecil kami mendukung untuk tidak dagang jika pasar ditutup dua hari, kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wonogiri Kota, Utomo Honru Suryanto sebagaiman dikutip dari solopos.com, Rabu (3/2/2021).

Jika ditutup, kata Honru, pedagang yang paling terdampak yakni para pedagang makanan matang, sayur dan buah. Pedagang lain, seperti pakaian juga terdampak namun tidak signifikan. Jika benar diterapkan, kemungkinan sebelum pasar ditutup justru warga berbondong-bondong ke pasar. Dan kalau timbul kerumunan malah repot juga, kata Honru.

Hal senada diungkapkan Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Bung Karno, Kecamatan Baturetno, Eko Purwanto, saat dihubungi Solopos.com, Rabu siang. Ia juga mempertanyakan keefektifan gerakan Jateng di Rumah Saja.

Kami siap tidak berdagang selama dua hari. Namun yang jadi pertanyaan kami, apakah dengan gerakan itu bisa efektif menekan persebaran Covid-19? Karena biasanya karantina atau isolasi kan 14 hari, kata dia.

Koordinasi

Sebagai pengurus paguyuban pasar, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola pasar. Selanjutnya pengelola akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Saat ini ia bersama pedagang lain tengah menunggu keputusan itu.

Ya kalau ditutup pas akhir pekan berdampak terhadap pendapatan, karena biasanya akhir pekan ramai. Selain itu, saat ini kan hitungannya masih hari muda. Pada habis gajian, kata Eko.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memutuskan akan melakukan gerkan Jateng di Rumah Saja selama dua hari, Sabtu (6/2/2021) hingga Minggu (7/2). Ia juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 443.5/0001933 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

WADUH, Angka Perceraian di Batang Capai 4.119 Kasus

Selasa, 28 September 2021 | 17:45 WIB
X