Kilas Balik Penanda Buka Puasa di Kota Tegal Zaman Dulu

- Selasa, 13 April 2021 | 08:28 WIB
Suasana Alun-alun Kota Tegal dan Masjid Agung Kota Tegal. (Lilisnawati Ayotegal.com)
Suasana Alun-alun Kota Tegal dan Masjid Agung Kota Tegal. (Lilisnawati Ayotegal.com)

TEGAL, AYOSEMARANG.COM -- Waktu berbuka puasa merupakan momen yang sangat dinanti oleh masyarakat muslim yang tengah menjalankan ibadah berpuasa.

Dari waktu ke waktu, penanda berbuka puasa juga bergeser menjadi serba modern, yakni cukup dengan mendengarkan informasi dari siaran radio maupun televisi.

Namun, bagaimana sih penanda buka puasa pada zaman dulu?

Di Kota Tegal sendiri ada tradisi penyalaan plenong dem atau petasan yang dinyalakan di halaman Masjid Agung Kota Tegal jelang waktu berbuka.

AYO BACA : Doa Buka Puasa dan Waktu Tepat Membacanya

Sejarahwan Pantura, Wijanarto mengatakan, plenong dem eksis di tahun 1950 hingga tahun 1980-an. Masyarakat sekitar akan berbondong-bondong untuk menyaksikan plenong dem. 

"Jadi apabila sudah memasuki waktu berbuka puasa, di halaman Alun-alun Kota Tegal akan dinyalakan plenong dem atau petasan yang meledak di angkasa dan menimbulkan suara 'dem'," jelasnya belum lama ini.

Menurutnya, plenong artinya meluncur ke atas dan dem artinya bunyi suara yang menggelegar.

"Itulah penanda buka puasa zaman dulu. Jadi bukan bedug bukan sirine tapi petasan yang dinyalakan di halaman Masjid Agung Kota Tegal," ucapnya. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

WADUH, Angka Perceraian di Batang Capai 4.119 Kasus

Selasa, 28 September 2021 | 17:45 WIB
X