Seminggu PPKM Darurat, Polres Karanganyar Klaim Mobilitas Warga Turun 90%

- Senin, 12 Juli 2021 | 16:47 WIB
Polisi menjaga lajur Jalan Lawu, Karanganyar yang ditutup 2x24 jam saat akhir pekan Minggu selama PPKM darurat. (Satlantas Polres Karanganyar)
Polisi menjaga lajur Jalan Lawu, Karanganyar yang ditutup 2x24 jam saat akhir pekan Minggu selama PPKM darurat. (Satlantas Polres Karanganyar)

KARANGANYAR, AYOSEMARANG.COM -- Satlantas Polres Karanganyar mengklaim tingkat mobilitas masyarakat turun hingga 90% selama seminggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Diketahui, Satlantas Polres Karanganyar menerapkan penutupan jalan yang ketat dan pemantauan aktivitas di jalur wisata.

AYO BACA : Covid-19 Ganas, Sopir Oksigen di Karanganyar Kewalahan hingga Tumbang

Dikutip dari Solopos.com, Senin 12 Juli 2021, KBO Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Anggoro Wahyu S mengatakan, selama PPKM darurat diberlakukan, polisi menutup Jalan Lawu, Karanganyar mulai pukul 17.00 WIB hingga 06.00 WIB. Tak hanya itu, penutupan jalan juga lebih diperketat saat akhir pekan selama 2 x 24 jam.

“Untuk saat ini upaya kami membantu PPKM darurat dengan menutup Jl. Lawu. Untuk hari kerja kami terapkan dari sore hingga pagi. Tapi khusus Sabtu dan Minggu, kami tutup langsung 24 jam selama dua hari dan baru dibuka lagi pukul 06.00 WIB. Selain di Jl. Lawu, kami juga penyekatan di Cemara Kandang selama 24 jam juga. Jadi pelaku perjalanan dari Jawa Timur tidak bisa masuk Karanganyar kecuali membawa surat dinas atau surat tugas,” ujar Iptu Anggoro.

AYO BACA : Perhatikan, Warna Lidah Bisa Deteksi Masalah Kesehatan

Adanya penerapan pembatasan akses transportasi tersebut berdampak pada turunnya tingkat mobilitas warga. Menurut Anggoro, pada siang hari, mobilitas warga turun hingga 60 persen dibandingkan sebelum PPKM darurat. Sedangkan pada malam hari, tingkat mobilitas warga diklaim bisa ditekan hingga 90%.

“Selain itu, kami juga berkeliling menertibkan juga. Tapi cara yang kami lakukan dengan metode persuasif. Awalnya memang masih banyak yang nekat, tapi kami berikan pemahaman terkait kondisi saat ini dan kenapa kami melakukan kebijakan ini,” imbuh dia.

Meskipun begitu, Anggoro menegaskan, penutupan akses jalan tidak menyeluruh ke semua pengendara. Menurutnya, ada beberapa kendaraan yang masih bisa diperbolehkan melintas.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Antara Budidaya Maggot dan Persoalan Sampah Organik

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:33 WIB
X