Angka Covid-19 Melonjak, Rektor UNS Minta Pemerintah Melakukan Mitigasi Berbasis Komunitas

- Minggu, 18 Juli 2021 | 09:04 WIB
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Jamal Wiwoho saat menerima vaksin. Prof Jamal meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi pandemi Covid-19 berbais komunitas. (dok Humas UNS)
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Jamal Wiwoho saat menerima vaksin. Prof Jamal meminta pemerintah untuk melakukan mitigasi pandemi Covid-19 berbais komunitas. (dok Humas UNS)

SOLO, AYOSEMARANG.COM – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Jamal Wiwoho mendorong pemerintah agar melakukan mitigasi pandemi Covid-19 berbasis komunitas atau masyarakat.

Pernyataan Jamal Wiwoho tersebut menilai kondisi Indonesia saat ini sangat memprihatinkan di tengah pandemi.

Jamal Wiwoho yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menginginkan pemerintah agar segera melakukan mitigasi pandemi Covid-19 berbasis komunitas atau masyarakat.

Hal itu disampaikan Prof Jamal dalam Seri Dialog Kebangsaan bertajuk “Kolaborasi Memperkuat Kapasitas Masyarakat Menghadapi Pandemi Global Covid-19: dari Bantuan Sosial hingga Tenaga Kesehatan” yang digelar melalui Zoom Cloud Meeting, Jumat 16 Juli 2021, malam.

Berdasarkan data, angka pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah, bahkan semakin parah. Di Minggu ini saja, Indonesia setiap harinya selalu mengalami lonjakan kasus Covid-19 di atas 40.000 orang.

Hal ini membuat Indonesia bertengger sebagai negara dengan angka pertambahan kasus Covid-19 harian tertinggi di dunia, menyaingi Brasil dan India yang masing-masing secara keseluruhan sudah mencatatkan 19,3 juta kasus dan 31 juta kasus sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

AYO BACA : Bantu Penanganan Pasien Covid-19, FT UNS Produksi Nasal Cannula

Jamal Wiwoho mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tanggal 2 Maret 2020, mengakibatkan beban anggaran negara semakin berat. Hal itu disebabkan oleh lumpuhnya berbagai sektor perekonomian dan negara harus memberikan perlindungan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Menkeu Sri Mulyani mengatakan negata telah melakukan refocusing anggaran yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 telah mencapai Rp150 tiriliun lebih. Belum termasuk toleransi defisit anggaran dan melemahnya produktivitas ekonomi nasional,” ujar Jamal melalui keterangan resmi yang diterima Ayosemarang, Sabtu 17 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

15 Seniman Demak Diterjunkan dalam GSMS

Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:59 WIB
X