PPKM Darurat, Obyek Wisata Curug Genting Batang Terpaksa Buka untuk Bayar Pajak ke Perhutani

- Minggu, 18 Juli 2021 | 15:07 WIB
Tiket seharga Rp5.000 untuk masuk ke obyek wisata Curug Genting, Kabupaten Batang. (dok)
Tiket seharga Rp5.000 untuk masuk ke obyek wisata Curug Genting, Kabupaten Batang. (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM – Untuk membatasi mobilitas masyarakat di masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sejumlah obyek wisata di Kabupaten Batang ditutup sementara.

Namun hal itu tidak dihiraukan oleh pengelola obyek wisata wisata Curug Genting.

AYO BACA : Kapolres Batang Tempel Stiker Esensial dan Kritikal di Kendaraan yang Lintasi Tol

Pengelola obyek wisata Curug Genting memaksa tetap buka pada masa PPKM Darurat dengan beralasan karena harus membayar pajak Perhutani sesuai dengan perjanjian.

Hal itu disampaikan Pengurus Pokdarwis Curug Genting Kecamatan Baldo, Dewasturi, saat ditemui di loket masuk obyek wisata tersebut, Sabtu 17 Juli 2021.

AYO BACA : Bupati Wihaji Jemput Warga Isoman untuk Dievakuasi di Wisma Atlet Persibat Batang

“Jadi jika tidak buka bagaimana bisa membayarnya. Kami memang sudah mendapatkan sosialisasi dari Disparpora Kabupaten Batang tentang anjuran tutup sementara lokasi wisata. Tetapi dari pihak perhutani tidak ada anjuran begitu. Pajak juga harus tetap dibayar penuh. Ini yang menjadikan kesulitan kita agar wisata ini tetap bertahan,” jelasnya.

Ia pun merasa berat dan kesulitan harus tetap membayar pajak, karena pemasukan Curug Genting hanya ada di loket masuk wisata saja tidak ada bantuan darimana pun.

"Sebetulnya kita ingin sekali mengikuti peraturan dari Pemerintah Daerah, tapi pajak Perhutani mendesak kita  membuka obyek wisata," ungkap Dewasturi.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

X