Kasus Kematian di Klaten Terus Bertambah, Diduga Akibat Varian Delta

- Senin, 19 Juli 2021 | 17:25 WIB
Tim Satgas PP Covid-19 Trucuk saat berada di tempat isoman terpusat di SDN 2 Karangpakel Klaten di kecamatan setempat. (Polres Klaten)
Tim Satgas PP Covid-19 Trucuk saat berada di tempat isoman terpusat di SDN 2 Karangpakel Klaten di kecamatan setempat. (Polres Klaten)

KLATEN, AYOSEMARANG.COM -- Kasus kematian pasien Covid-19 di Klaten semakin mengkhawatirkan. Tercatat, ada 37 kasus kematian akibat Covid-19 pada, Minggu 18 Juli 2021, hingga jumlah kumulatifnya mencapai 1.513 orang.

Tim ahli Satgas PP Covid-19 Klaten meyakini varian Delta telah masuk Klaten dan menjadi penyebab bertambahnya kasus kematian.

AYO BACA : Kematian Akibat Covid-19 di Klaten Melewati 1.000 Kasus, Tertinggi di Soloraya

“Kalau data detailnya, kami belum menerima lapoan terkait munculnya varian baru di Klaten. Tapi, ini sudah jelas varian baru. Berdasarkan gejalanya, ini tergolong varian baru,” kata anggoa tim ahli Satgas, Ronny Roekmito, dikutip dari Solopos, Senin 19 Juli 2021.

Ronny mengatakan ledakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Klaten disebabkan empat hal. Pertama munculnya fenomena liburan Lebaran 2021 yang ditunda beberapa waktu lalu. Kemudian munculnya varian baru, euforia warga karena telah divaksinasi Covid-19, dan kejenuhan dalam menaati protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19.

AYO BACA : 3 Kelompok Orang yang Perlu Isolasi Mandiri, Siapa Saja?

“Keempat hal itu menjadi pemicu kenapa angka terkonfirmasi baru di Klaten masih tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan penambahan kasus Covid-19 di Klaten mencapai 312 orang dalam sehari, Minggu (18/7/2021). Jumlah tersebut berasal dari 284 hasil rapid antigen dan 28 tes PCR. Di sisi lain, terdapat penambahan 37 kasus kematian karena Covid-19 dan 372 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

“Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 24.164 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 4.899 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 17.752 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 1.513 orang telah meninggal dunia,” katanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Waspada! Wonogiri Berpotensi Terjadi Tsunami 33,5 Meter

Minggu, 19 September 2021 | 12:05 WIB

Puskesmas Dempet Komitmen Tangani Stunting di Demak

Sabtu, 18 September 2021 | 12:18 WIB

Promosikan Kopi, Pemkab Temanggung Siapkan Ngopi Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 21:32 WIB

Sragen Kirim 2 Atlet untuk Berlaga di PON XX Papua

Jumat, 17 September 2021 | 15:15 WIB
X