Sejarah di Balik Seramnya Pulau Penjara Nusakambangan, Dijuluki Alcatraz ala Indonesia

- Kamis, 22 Juli 2021 | 13:09 WIB
Pulau Nusakambangan atau yang dikenal sebagai Pulau Penjara dengan sejarah seram ada ada di dalamnya (instagram/cilacapkeren)
Pulau Nusakambangan atau yang dikenal sebagai Pulau Penjara dengan sejarah seram ada ada di dalamnya (instagram/cilacapkeren)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM – Apa yang ada dibenakmu ketika mendengar kata Nusakambangan? Ya, kesan seram dan angker seketika akan muncul ketika mendengar Nusakambangan.

Pulau Nusakambangan atau yang dikenal sebagai Pulau Bui atau Pulau Penjara ini memang memiliki kesan seram serta angkernya tersendiri bagi siapa saja yang mendengarnya. Penjara Nusakambangan mendapatkan julukan Alcatraz ala Indonesia.

Pulau dengan beberapa lapas yang terdapat di dalamnya mulai dari lapas untuk teroris, pengedar narkoba, pencuri kelas kakap, dan yang lainnya. Di Pulau ini juga merupakan tempat terjadinya eksekusi mati bagi para narapidana yang kejahatannya tidak terampuni.

Jadi tidak heran jika Pulau Nusakambangan ini dijuluki sebagai Pulau Bui atau Pulau Penjara dengan kesan seram dan angker.

Namun ternyata, Pulau Nusakambangan ini sebenarnya memang sudah angker bahkan sebelum didirikannya lapas di sana. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (Lokantara), Dr Purwadi MHum. Dulunya, pulau ini bernama Nusa Kambana.

Melansir dari Kagama.co, Purwadi mengungkapkan bahwa dalam pewayangan, Nusa Kambana ini digambarkan begitu wingit dan seram. Di dalam pulau itu juga terdapat Ibu Kota makhluk halus yang membawahi seluruh wilayah di Tanah Jawa dengan Bethari Durga yang bergelar Sang Hyang Pramoni lah yang menjadi penguasa di sana.

Bethari Durga mendiami istana Watu Masigid. Sebuah istana yang mewah dengan bahan serbaemas. Selain indah akan kemewahannya, istana ini juga terlihat istimewa dengan adanya sekar (bunga) Wijaya Kusuma yang tumbuh di sana. Bunga inilah yang sampai sekarang dijadikan sebagai simbol Kota Cilacap.

AYO BACA : Mangkunegara VII dan Thomas Karsten, Dua Sosok Menonjol dari Sejarah Sobokartti

 Lalu bagaimana ceritanya Pulau Nusakambangan ini bisa memiliki lapas dengan para tahanan kelas kakap di dalamnya dan akhirnya mendapat julukan sebagai Pulau Bui hingga saat ini?

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Gelapkan Dana PKH, Perangkat Desa Wonobodro Bunuh Diri

Kamis, 16 September 2021 | 10:51 WIB
X