Minim Pasokan Oksigen Industri, Pemilik Bengkel Las di Temanggung Terpaksa Menolak Order

- Kamis, 29 Juli 2021 | 13:56 WIB
Proses pencairan aluminium yang membutuhkan oksigen untuk sumber tekanan di SJ Technic (ayosemarang/tangkapan layar)
Proses pencairan aluminium yang membutuhkan oksigen untuk sumber tekanan di SJ Technic (ayosemarang/tangkapan layar)

TEMANGGUNG, AYOSEMARANG.COM – Melonjaknya angka Covid-19 di Indonesia membuat kebutuhan oksigen di beberapa rumah sakit di Pulau Jawa meningkat.

Pemerintah saat ini tengah memfokuskan pasokan oksigen untuk medis di rumah sakit dibandingkan pasokan oksigen untuk industri. Oksigen untuk keperluan medis ini memang menjadi pilihan pemerintah di tengah pandemi saat ini.

Lalu bagaimana pelaku industri yang juga memerlukan oksigen untuk kelangsungan usahanya?

Akibat krisis oksigen ini tidak hanya tenaga medis yang dibuat bingung, tetapi juga ada pelaku industri yang ikut merasakan imbas dari dibelokkannya oksigen industri untuk keperluan medis.

Kelangkaan oksigen untuk industri kini dirasakan para pekerja las di Kabupaten Temanggung.  Saeful Rokhman (47) warga Desa Kutoanyar, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung mengungkapkan, sebelumnya pasokan oksigen untuk industri sangat mudah didapatkan.

AYO BACA : Dapat Bantuan Oksigen dari KRI dr Suharso, Stok Oksigen di Kota Semarang Aman

Untuk kebutuhan oksigen industri, kata Saeful Rokhman, tinggal menelepon pemasok dan hari itu juga langsung dikirimkan ke bengkelnya.

"Tetapi kemarin waktu saya telepon, ternyata semua pasokan sedang diutamakan ke rumah sakit untuk medis. Ya sudah, terpaksa kalau ada pekerjaan yang masuk membutuhkan las aluminium saya tolak dulu," cerita Saeful, pemilik bengkel SJ Technic, Kamis 29 Juli 2021 kepada Ayosemarang.

Rokhman mengatakan apabila ia menggunakan oksigen ini untuk pekerjaan las aluminium di bengkelnya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Gelapkan Dana PKH, Perangkat Desa Wonobodro Bunuh Diri

Kamis, 16 September 2021 | 10:51 WIB
X