Masker Candradimuka Buatan RSI Banjarnegara, Diklaim Bisa Ringankan Sesak Napas

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:28 WIB
Dokter menunjukkan tampilan masker Candradimuka, Sabtu 31 Juli 2021. (Suara.com/Citra Ningsih)
Dokter menunjukkan tampilan masker Candradimuka, Sabtu 31 Juli 2021. (Suara.com/Citra Ningsih)

BANJARNEGARA, AYOSEMARANG.COM -- Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara menciptakan masker yang dapat membantu meringankan sesak nafas akibat Covid-19, bernama Masker candradimuka.

Masker candradimuka diciptakan dengan menerapkan teknologi ultrasonik yang dinilai lebih aman. Masker ini berfungsi sebagai nebulizer atau alat yang mengubah obat cair menjadi uap untuk dihirup ke dalam paru-paru. Fungsi nebulizer adalah untuk melegakan saluran napas yang menyempit.

Direktur RSI Banjarnegara, dr Agus Ujianto menjelaskan, Masker candradimuka memiliki prinsip merubah cairan seperti minyak ecaliptus (minyak kayu putih) atau sejenisnya, diubah menjadi uap yang bisa di hisap melalui hidung dan jalur pernafasan sebagai terapi yang menciptakan sensasi melegakan.

AYO BACA : Covid-19 Jateng Meledak, Bupati Banjarnegara Tetap Izinkan Warganya Gelar Kegiatan

Masker candradimuka menggunakan daya batre dan bisa di carge berulang. Selain itu terdapat rangkaian elektronik yang mengeluarkan gelombang ultrasonik.

Masker tersebut berbahan dasar masker 3M yang biasa dipakai tukang cat atau laboratorium. Kemudian, oleh Tim Litbang RSI Banjarnegara masker tersebut dimodifikasi sehingga dapat untuk terapi inhalasi atau pernafasan.

Dalam masker candradimuka, gelombang ultrasonik bertugas memecah partikel uap menjadi ukuran sekitar 5 mikro. 

AYO BACA : Warga Krobokan Patungan Beli Perahu Naga, Wisata Sungai BKB Tertunda

"Lalu, Uap tersebut yang dihisap tubuh sesuai kebutuhan. Jadi, alat ini bukan obat covid, namun sebagai salah satu alat terapi inhalasi menggunakan metode nebulizer," terang dr Agus Ujianto, dilasir dari Suarajawatengah.id jaringan Ayosemarang.com, Sabtu 31 Juli 2021. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Dinsos Batang Pecat Dua Pendamping PKH, Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 16:56 WIB

Kementerian ATR-BPN Targetkan 2025 Seluruh Tanah Terdata

Senin, 20 September 2021 | 15:44 WIB

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Sukoharjo Siap Kejar Target

Senin, 20 September 2021 | 14:54 WIB
X