Alhamdulillah, Pengajar Keagamaan Terima Pencairan Insentif Semester I

- Jumat, 10 September 2021 | 11:19 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan insentif kepada guru pengajar keagamaan sebelum pandemi. Tahun 2021i Pemprov Jateng sudah mencairkan insentif pertama.  (Humas Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan insentif kepada guru pengajar keagamaan sebelum pandemi. Tahun 2021i Pemprov Jateng sudah mencairkan insentif pertama. (Humas Jateng)



SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Pengajar keagamaan telah menerima transferan dana insentif semester pertama dari Pemprov Jateng Tahun 2021.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren atau FKPP,  Abu Choir menyampaikan, rasa terima kasih kepada Pemprov Jateng atas dana insentif pengajar keagamaan.

"Dana ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada kami sebagai garda depan penjaga moral masyarakat," kata Abu, Kamis 9 September 2021.

Abu menambahkan jika bantuan dana insentif itu juga dirasa sangat membantu para guru keagamaan di Ponpes. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, dana insentif menjadi sangat berarti.

Baca Juga: Pemprov Jateng Tengah Anggarkan Rp 254, 2 M untuk Insentif Guru Keagamaan

"Bantuan ini akan kami gunakan sebaik-baiknya dan menjadi bekal untuk menguatkan pendidikan keagamaan anak-anak dan masyarakat di daerah kami masing-masing," tambahnya.

Dia berharap dana insentif ini bisa banyak membantu para guru keagamaan.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah atau FKDT Jateng, Nur Said, mendukung program insentif pengajar keagamaan, termasuk para guru Madin di Jateng.

"Kami sangat berterimakasih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan perhatian, memotivasi, dan mengakui keberadaan kami sebagai pengajar keagamaan. Kami tidak melihat nilai nominalnya, tetapi adanya pemberian insentif ini, kami merasa diperhatikan oleh pemerintah," katanya.

Baca Juga: Kendal Targetkan Rp1 miliar dari Bulan Dana PMI 2021

Nur Sahid berharap program ini bisa terus berlanjut begitupula pencairannya yang selalu tepat waktu.

Pencairan insentif yang sebelumnya dibagikan per 3 bulan sekali, mulai tahun ini dibagikan per semester. Diharapkan insentif dibagikan tepat waktu atau sekitar bulan Juni-Juli.

"Pencairan insentif untuk semester pertama 2021 sudah kami terima. Selama ini untuk proses pencairannya, Alhamdulillah tidak ada kendala. Para pengajar yang sudah masuk data penerima, begitu insentif sudah cair, mereka bisa mengambil lewat rekening masing-masing," jelasnya.

Program yang sudah berjalan sekitar 3 tahun terakhir itu merupakan program kali pertama di Pemprov Jateng atau sejak pemerintahan Ganjar-Yasin. Diharapkan pemerintah terus menganggarkan insentif untuk pengajar keagamaan, sehingga para guru diniyah semakin bersemangat mengajar.

Baca Juga: Pemprov Jateng Kucurkan Rp281 Miliar untuk Pengajar Keagamaan

Pada masa kepemimpinan Ganjar-Yasin, sebanyak 211.455 pengajar keagamaan telah diberi bantuan dana insentif. Program tersebut telah bergulir sejak tahun 2019 hingga sekarang.

Pada tahun 2019, jumlah penerima dana insentif mencapai 171.131 orang sebesar Rp. 205,657,200,000. Tahun berikutnya jumlah penerima dana insentif ditingkatkan menjadi 211.455 orang sebesar Rp. 254,246,000,000. Sementara pada tahun 2021 jumlahnya masih tetap sama.

Penerima dana insentif bukan hanya dari golongan pengajar agama Islam melainkan juga pengajar agama lainnya.





Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X