BI Jateng Optimalkan Digitalisasi, Dorong Pemulihan Ekonomi Modern

- Jumat, 10 September 2021 | 12:39 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau BI Jateng, Pribadi Santoso, saat membuka Jateng Digital Festival, Kamis 9 September 2021.  (dok BI)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau BI Jateng, Pribadi Santoso, saat membuka Jateng Digital Festival, Kamis 9 September 2021. (dok BI)



SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau BI Jateng menyelenggarakan 'Jateng Digital Festival 2021' di Hotel Tentrem Semarang, Kamis 9 September 2021. Acara ini dibuat untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Lewat acara ini, BI Jateng juga membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Pribadi Santoso mengatakan, jika dampak dari perkembangan informasi saat ini semakin cepat dan pengguna internet pun tumbuh luar biasa.

“Bahkan, 78% masyarakat Indonesia dari kelompok usia anak-anak sampai orang tua masif menggunakan internet,” sambung Pribadi.

Baca Juga: BI Jateng Dukung Pedagang Mie Bakso Gunakan QRIS

Pribadi menambahkan penggunaan internet yang luar biasa itu membuka peluang untuk dioptimalkan demi kepentingan kebaikan bersama dalam rangka peningkatan produktivitas di masa pandemi.

“Baik di sektor riil maupun sektor finansial, untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional maupun daerah,” katanya.

Kemudian menurut Pribadi digitalisasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan peran digitalisasi dalam mendorong pemulihan ekonomi di daerah harus dilakukan sinergi dengan berbagai pihak.

Baca Juga: Pemeliharaan Pelabuhan Kendal Habiskan Anggaran Rp521 Juta

BI telah mengupayakan segala cara terkait bagaimana caranya kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan, meskipun ada kendala yang karena ada pembatasan mobilitas dan karena adanya pandemi.

Pembayarannya juga dikembangkan QR Indonesian Standar atau pakai mobile banking.

“Jadi, si penjual juga bisa menerima pembayaran secara langsung dan pembeli juga bisa melakukan pembayaran secara langsung,” kata Pribadi.

Baca Juga: Festival Joglosemar Dibuka, BI Jateng Optimistis Tingkatkan Perekonomian Jateng

Lebih lanjut Pribadi menjelaskan, digitalisasi diharapkan bisa diaplikasikan pada berbagai sendiri aktivitas perekonomian guna mendukung optimalisasi produksi dan kelancaran perdagangan antardaerah. Termasuk, pemasaran berbagai komoditas secara lebih efisien.

“Saat ini, perkembangan digitalisasi di Jawa Tengah sudah mulai berkembang cukup baik. Tercatat, penggunaan QRIS mencapai 673 ribu dengan penggunaan uang elektronik tumbuh 64,3%,” tutupnya.

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X