Bantu Pembangunan, Bank Mandiri Danai Renovasi Museum Al-Husna MAJT

- Sabtu, 11 September 2021 | 14:21 WIB
Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA (dua dari kiri) bersama Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi (3 dari kiri), memperlihatkan naskah berita acara yang telah ditandatangani.  (MAJT)
Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA (dua dari kiri) bersama Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi (3 dari kiri), memperlihatkan naskah berita acara yang telah ditandatangani. (MAJT)



GAYAMSARI, AYOSEMARANG.COM -- Museum Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mendapat pasokan dana untuk program renovasi fisik melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri dengan nominal sebesar Rp100 juta.

Bantuan tersebut tidak diwujudkan dalam bentuk dana tetapi melalui program renovasi sarana prasarana di sejumlah titik museum di lantai 2 dan 3 Menara Al-Husna.

Sekretaris Pelaksana Pengelola MAJT, Drs KH Muhyiddin Mag menyampaikan, jika Bantuan renovasi Bank Mandiri ini sudah dikerjakan sejak Maret 2021.

Baca Juga: Bank Mandiri Komitmen Berikan Layanan yang Optimal

Baca Juga: AXA Mandiri- Bank Mandiri Serahkan Klaim bagi Nakes COVID-19 yang Gugur Saat Bertugas

“Untuk sekarang hanya Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA dengan Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi, hanya penandatanganan simbolis atas selesainya renovasi,” ujar Muhyiddin, Jumat 10 September 2021.

Ketua PP MAJT, Prof Dr Noor Achmad MA mengatakan, terima kasih kepada Bank Mandiri. Pasalnya dari sekian banyak museum di Jawa Tengah yang mendapat CSR hanya Museum Al-Husna MAJT.

Bantuan ini, lanjut Prof Noor, sangat bermanfaat dan memiliki arti penting, mengingat selama berlangsungnya pandemi Covid-19, PP MAJT praktis tidak dapat merenovasi berbagai sarana prasarana museum.

Baca Juga: PREVIEW PSIS Semarang VS Persija Jakarta: Brian Ferreira Dipastikan Belum Bermain

Prof Noor kemudian memaparkan pemasukan MAJT. Misalnya dari pemasukan infak dikurangi beban operasional kawasan masjid, rata-rata per bulan dapat menyisakan saving sebesar Rp 250 juta. Bahkan kadang mencapai Rp500 juta.

Namun sejak pandemi, seiring ditutupnya Convention Hall, Menara Al-Husna termasuk di dalamnya terdapat museum 2 lantai, toko dan kios di kawan masjid, praktis bidang usaha tersebut tidak menghasilkan pemasukan untuk MAJT.

Maka sebagai solusinya 2 tahun ini, MAJT harus mengeluarkan dana saving Rp400 juta perbulan untuk menutup biaya operasional, karena pendapatan menyusut drastis menjadi di bawah Rp100 juta, bahkan pernah memperoleh pemasukan di bawah Rp20 juta dalam sebulan.

Baca Juga: Peduli Warga Isoman, Lazisma MAJT Salurkan 100 Paket Sembako

Baca Juga: Sempat Cekcok dengan Pedagang, Satpol PP Kota Semarang Robohkan 14 Kios Liar di Kompleks Pasar Johar MAJT

“Kami pun harus menerapkan iuran kepada para pengurus PP MAJT untuk menutup biaya operasional. Maka kami berterima kasih sekali, kepada Bank Mandiri yang membantu renovasi Rp100 juta untuk museum Al-Husna,” tegasnya.

Sementara Area Head Bank Mandiri Semarang Pemuda Puji Heru Subardi berkata jika program CSR dengan merenovasi Museum Al-Husna, sebagai bukti kepedulian Bank Mandiri kepada masyarakat Jawa Tengah.

“Kami harap renovasi tersebut  bermanfaat untuk museum dengan memberi kenyamanan para pengunjung sehingga diharapkan pengunjung akan semakin tertarik dan animo yang hadir pun akan semakin banyak,” ucapnya.

 


Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X