Polisi Periksa Kejiwaan Oknum Dokter di Semarang Campurkan Sperma ke Makanan

- Senin, 13 September 2021 | 15:20 WIB
Ilustrasi, Oknum Dokter di Semarang Campurkan Sperma ke Makanan. (Istimewa)
Ilustrasi, Oknum Dokter di Semarang Campurkan Sperma ke Makanan. (Istimewa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Perlakuan seorang oknum dokter di Semarang  onani dan mencampurkan sperma ke makanan istri temannya membuat gempar media sosial.

kabar dokter mencampurkan sperma ke makanan berawal dari sebuah rekaman video di tempat tinggal temannya.

Oknum dokter tersebut sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah universitas di Semarang.

Dia tinggal bersama korban yang merupakan istri temannya. Korban dan pelaku berada di dalam satu rumah kontrakan yang sama lantaran korban menemani suaminya yang sedang menempuh PPDS.

Baca Juga: VIRAL Oknum Dokter di Semarang Onani dan Campurkan Sperma ke Makanan

Baca Juga: Sperma dan Air Mani Ternyata Tak Sama, Ini Perbedaannya

Suami korban dan pelaku merupakan teman satu angkatan yang sama-sama sedang menempuh PPDS.

Kabar tersebut bermula dari sebuah rekaman video di tempat tinggalnya temannya.

Dalam video tersebut, pelaku mendekati ventilasi jendela kamar mandi korban yang sedang mandi.

Selanjutnya, pelaku melakukan onani dan mencampurkan sperma ke makanan korban.

Berdasarkan hal tersebut korban dan pendamping telah melaporkan kasus tersebut kepada Polda Jawa Tengah.

Baca Juga: Berikut Jadwal Donor Darah UDD PMI Semarang 14 September 2021

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, membenarkan jika berkasa laporan korban sudah masuk ke Polda Jateng.

"Berkas sementara p19, " kata Iqbal Alqudusy, dikutip dari Suarajawatengah.id, Senin 13 September 2021.  

Iqbal Alqudusy menjelaskan, sampai saat ini tahapan tersebut masih dalam perbaikan penyidik dan juga petunjuk Jaksa untuk memerikaa kejiwaan tersangka.

"Sedang dalam perbaikan penyidik, petunjuk Jaksa untuk memeiksa kejiwaan tersangka," lanjutnya.

Baca Juga: Cuma Mitos, Vaksin Covid-19 Tak Rusak Kualitas Sperma

Baca Juga: Begini Cara Sperma Berenang, Gerakannya Seperti Bor

Pendamping hukum korban, Nia Lishayati mengatakan, dampak dari tindakan tersebut,korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur, dan gangguan emosi.

"Sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini korban harus minum obat anti depres nyang diresepkan psikiatri," ujarnya.

Korban juga harus melakukan pemeriksaan dan mengkonsumsi obat antidepresi selama minimal beberapa bulan kedepan.

"Selain ke psikiatri, korban juga melakukan pemulihan psikologis ke psikolog," pungkasnya.

Editor: adib auliawan herlambang

Sumber: Suarajawatengah.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X