Dokter Campurkan Sperma ke Makanan, Korban Alami Trauma Berat hingga Gangguan Makan

- Selasa, 14 September 2021 | 15:54 WIB
Ilustragsi, oknum dokter di Semarang onani dan mencampurkan sperma ke makanan. (Istimewa)
Ilustragsi, oknum dokter di Semarang onani dan mencampurkan sperma ke makanan. (Istimewa)



SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Perlakuan seorang oknum dokter di Semarang  onani dan mencampurkan sperma ke makanan istri temannya membuat gempar media sosial.

kabar dokter mencampurkan sperma ke makanan berawal dari sebuah rekaman video di tempat tinggal temannya.

Dilaporkan Suarajawatengah.id, Selasa 14 Agustus 2021, korban oknum dokter mencampurkan sperma ke makanan kini mengalami trauma berat hingga mengalami gangguan makan.

Baca Juga: VIRAL Oknum Dokter di Semarang Onani dan Campurkan Sperma ke Makanan

Hal itu diungkap pendamping hukum korban, Nia Lishayati mengatakan, kondisi korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur, dan gangguan emosi.

"Sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini korban harus minum obat anti depresan yang diresepkan psikiatri," kata Nia.

Selain itu, korban juga harus melakukan pemeriksaan selama minimal beberapa bulan kedepan. Selain ke psikiatri, korban juga melakukan pemulihan psikologis ke psikolog.

Menurutnya, koban juga beresiko mengalami masalah kesehatan akibat mengkonsumsi sperma yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia.

"Cairan sperma tersebut bisa mengandung bakteri ataupun virus yang suatu saat nanti bisa menjadi penyakit atau menjadi pencetus suatu penyaki," lanjutnya.

Baca Juga: Ayah Dituduh Lakukan Penyimpangan Seksual, Taqy Malik Bicara Dosa Fitnah

Dia menyebut jika oknum dokter terebut sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah Universitas di Semarang.

Kejadian tersebut diduga dilakukan pelaku sejak bulan Oktober 2020. Korban curiga dengan tudung saji makanan milik korban yang selalu berubah posisi dan makanan berubah bentuk.

"Karena penasaran, korban berinisiatif untuk merekam kejadian di sekitar ruangan tersebut," ujar Nia.

Menurutnya, tampak jelas di dalam video, ketika korban sedang mandi, pelaku mendekati ventilasi jendela kamar mandi korban.

"Kemudian pelaku melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke makanan korban," imbuhnya.

Baca Juga: Polisi Periksa Kejiwaan Oknum Dokter di Semarang Campurkan Sperma ke Makanan

Sebelumnya, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan,  saat ini tersangka oknum dokter berinisial DP sudah menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Polda Jateng.

"Surat penyidikan dan penetapan tersangkanya sudah lengkap," tutur Iqbal beberapa waktu lalu.

Menurut Iqbal, perbuatan tidak terpuji itu dilaporkan seorang ibu rumah tangga berinisial D. Perempuan 31 tahun itu diketahui tinggal satu kontrakan dengan dokter DP wilayah Gajahmungkur, Semarang.

Berdasar info, suami D adalah sejawat DP dalam menempuh pendidikan dokter spesialis (PPDS) di salah satu universitas di Semarang.

"Kecurigaan pelapor bermula dari  makanan yang sering berubah bentuk dan tudung saji di atas meja yang sering berubah posisi," jelas Kabidhumas.

Baca Juga: Ini Hukum Islam Menelan Sperma Baik Disengaja atau Tidak

Karena keanehan itu, tambahnya, pelapor merekam situasi ditempat makan menggunakan iPad miliknya.

Dari rekaman iPad itu diketahui saat pelapor mandi, DP tampak keluar dari kamar mandi lain dan tiba-tiba melakukan onani. Setelah klimaks, dia mencampurkan spermanya ke dalam makanan milik D..

"Tersangka duduk di dekat tempat makan. Setelah itu tersangka melakukan, maaf, onani, kemudian membuka tudung saji dan mengadukkan spermanya ke dalam makanan milik pelapor. Kejadian tersebut sudah dilakukan beberapa kali," tambahnya.

Diungkapkan M Iqbal, antara kamar mandi yang digunakan pelapor dan tersangka terdapat lubang kecil yang memungkinkan tersangka untuk mengintip saat pelapor mandi.

"Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam dengan pasal 281 ayat (1) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan," tandasnya.

Editor: adib auliawan herlambang

Sumber: Suarajawatengah.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X