Fakta-fakta Pertempuran Lima Hari di Semarang yang Menelan Banyak Korban

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:36 WIB
Penampilan drama teatrikal yang menggambarkan sengitnya Pertempuran Lima Hari di Semarang antara pemuda Semarang dan penjajah Jepang.  (Fakhri/Ayosemarang.com)
Penampilan drama teatrikal yang menggambarkan sengitnya Pertempuran Lima Hari di Semarang antara pemuda Semarang dan penjajah Jepang. (Fakhri/Ayosemarang.com)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah pertempuran antara rakyat Indonesia melawan tentara Jepang.

Pertempuran Lima Hari di Semarang terjadi pada tanggal 15–19 Oktober 1945.

Pertempuran Lima Hari di Semarang dipicu larinya tentara Jepang dan tewasnya dr Kariadi.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 fakta Pertempuran Lima Hari di Semarang menelan yang banyak korban:

Baca Juga: Suara Dentuman Meriam Tandai Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang

1. Latar Belakang

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, masih banyak prajurit Jepang yang belum bisa pulang ke negaranya. Banyak serdadu Jepang yang dipekerjakan, misalnya di pabrik-pabrik atau sektor lain.

Saat itu, pasukan Sekutu, termasuk Belanda, mulai datang ke Indonesia dengan maksud melucuti senjata dan memulangkan para mantan tentara Jepang yang masih tersisa.

Pada 14 Oktober 1945 terjadi perlawanan dari 400 mantan tentara Dai Nippon Jepang yang dipekerjakan di pabrik gula Cepiring yang terletak sekitar 30 kilometer dari Kota Semarang.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X