(SEMARANGAN) Sejarah Jalan Dr Cipto Part 1: Rumah Deret Bekas Penjara Zaman Jepang

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:39 WIB
Rumah Deret di Jalan Dr Cipto. Rumah ini pernah jadi penjara zaman jepang hingga rumah singgah Sri Sultan Hamengkubuwono IX.  (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Rumah Deret di Jalan Dr Cipto. Rumah ini pernah jadi penjara zaman jepang hingga rumah singgah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARANG.COM -- Kota Semarang punya ruas-ruas jalan yang cukup bersejarah. Misalnya saja, Jalan Bodjong yang sekarang jadi Jalan Pemuda, bisa dikatakan banyak jadi saksi sejarah Kota Semarang dan jadi pusat pemerintahan.

Kemudian ada juga yang tidak kalah bersejarah yakni Jalan Dr Cipto atau yang di zaman kolonial dulu disebut dengan “Karenweg”.

Fauzan Kautsar, pemilik tur tempat-tempat bersejarah di Kota Semarang yang bernama Bersukaria Tour menjelaskan kenapa Jalan Dr Cipto punya nilai sejarah di Kota Semarang.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Sejarah Jalan Dr Cipto Part 2: Gereja Pertama Pribumi hingga Rumah Sakit Bersalin Panti Wilasa

Ada beberapa bangunan bersejarah di sepanjang jalan itu, yakni Sobokarti, bekas Penjara Mlaten, Rumah Deret, Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU), dan Panti Wilasa.

Kata Fauzan, dulu Jalan Dr Cipto tidak selebar ini dan penuh dengan pemukiman rumah-rumah orang Belanda.

Itulah kenapa jika dilihat secara seksama, banyak rumah-rumah bangunan Belanda di sepanjang Jalan Dr Cipto. Rumah-rumah itu juga ada yang terawat dan kurang diperhatikan.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Kampung Gelo-gelo Kulitan, Kawasan Para Pedagang Camilan Khas Semarang yang Mulai Hilang

“Kalau kita dari arah Bubaan, itu kan kelihatan ada rumah-rumah besar dan tua yang nggak punya halaman. Menurutku dulu jalannya nggak kayak gitu. Halamannya mungkin terpangkas dengan adanya pelebaran jalan,” tutup Fauzan.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X