Pasar Tradisional di Kendal Mulai Terima Pembayaran dengan QRIS

- Kamis, 25 November 2021 | 16:06 WIB
Dico M Ganinduto menunjukan bukti pembayaran dengan qris saat berbelanja di Pasar Pagi Kaliwungu Kamis 25 november 2021. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Dico M Ganinduto menunjukan bukti pembayaran dengan qris saat berbelanja di Pasar Pagi Kaliwungu Kamis 25 november 2021. (edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung pasar tradisional mulai mengembangkan pembayaran non tunai atau menggunakan QRIS.

Transaksi dengan sistem ini sangat cocok dilakukan saat pandemi Covid 19 yang mengharuskan orang tidak berkerumun dan tidak kontak fisik.

Program SIAP QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia bertujuan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan, efisiensi, praktis, dan higienis tanpa tatap muka.

Baca Juga: Tanggulangi Bencana Alam, PMD Kendal Gelar Workshop One Muhammadiyah One Response

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara digital tanpa melalui sentuhan, QRIS memberikan banyak keuntungan bagi para pedagang dan kalangan UMKM serta pembeli.

Untuk Pasar Pagi Kaliwungu, para pedagang kerjasama dengan Bank BNI dalam penerapan SIAP QRIS ini.

Muhamad Jauhari mewakili BNI kanwil 05 Semarang berharap metode belanja non tunai ini bisa diterapkan untuk keamanan betsama daei covid 19.

"QRIS merupakan cara aman kita untuk bertransaksi karrna tidak perlu secara langsung, apalagi ditengah pandemi covid 19 yang tidak disarankan adanya pertemuan atau transaksi langsung,"ujarnya saat peluncuran program ini Kamis 25 november 2021

Bupati Kendal Dico Ganinduto sendiri mengapresiaai program Bank Indonesia dan berharap semua pasar di Kabupaten Kendal bisa menggunakannya.

Halaman:

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RSUD Soewondo Kendal Layani Pasien Kejiwaan

Selasa, 30 November 2021 | 19:41 WIB

Bupati Kendal Dico Beri Motivasi Kepada Kader Muda NU

Minggu, 28 November 2021 | 20:35 WIB

Bupati Kendal Dico Minta Baznas dan UPZ Lebih Inovatif

Sabtu, 27 November 2021 | 21:04 WIB

8 Persen Anggaran Tahun 2022 untuk Pemulihan Ekonomi

Jumat, 26 November 2021 | 20:31 WIB
X