Polifurneka Diharapkan Mampu Penuhi Standar Kebutuhan Industri

- Kamis, 25 November 2021 | 19:48 WIB
Prosesi wisuda Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kaliwungu Kendal Kamis 25 november 2021.  (Edi Prayitno/kontributor Kendal)
Prosesi wisuda Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kaliwungu Kendal Kamis 25 november 2021. (Edi Prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Tenaga Ahli Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, BPSDMI, Kementerian Perindustrian atau Kemenperin, Mujiono meminta Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu, Polifurneka, harus bisa melayani kebutuhan industri, terutama yang ada di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Dikatakan Tenaga Ahli BPSDMI Kemenperin, Mujiono, Polifurneka memiliki kesempatan emas untuk merebut kepercayaan Industri.

Sebab banyak peluang yang bisa didapat oleh lulusan Polifurneka. Mengingat saat ini masih minim pengembangan furnitur di Indonesia.

Baca Juga: 4 Manfaat Air Beras untuk Kecantikan Wajah, Cobain Yuk!

Bahkan nilai ekspor furnitur Indonesia masih sangat rendah. Yakni baru mencapai 2 miliar Dolar Amerika. Atau senilai Rp 30 triliun saja.

Masih kalah dengan Negara Vietnam yang saat ini sudah mencapai 6 miliar Dolar Amerika atau sebesar Rp 90 triliun.

Dengan adanya Polifurneka ini harus bisa menunjang SDM. Sehingga bisa merebut pasar Internasional.

“Sehingga Ekspor Furnitur Indonesia bisa mencapai minimal 5 miliar Dolar Amerika atau Rp 75 triliun,” katanya saat sambutan wisuda pertama Polifurneka Kamis 25 november 2021.

Makanya, ia mendorong Polifurneka untuk bisa menjalin kerjasama dengan Industri untuk melakukan riset dan pengembangan.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RSUD Soewondo Kendal Layani Pasien Kejiwaan

Selasa, 30 November 2021 | 19:41 WIB

Bupati Kendal Dico Beri Motivasi Kepada Kader Muda NU

Minggu, 28 November 2021 | 20:35 WIB

Bupati Kendal Dico Minta Baznas dan UPZ Lebih Inovatif

Sabtu, 27 November 2021 | 21:04 WIB

8 Persen Anggaran Tahun 2022 untuk Pemulihan Ekonomi

Jumat, 26 November 2021 | 20:31 WIB
X