Kota Lama Semarang Diminta Contoh Kota Lama Rusia

- Senin, 12 Agustus 2019 | 21:32 WIB
Kawasan Kota Lama Semarang. (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)
Kawasan Kota Lama Semarang. (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM -- Perjalanan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke Rusia beberapa hari lalu membawa catatan dan harapan untuk merubah Kawasan Kota Lama Semarang menjadi seperti gambaran denyut keseharian Kota Lama Arbat di Moskwa, Rusia.

Ganjar menerangkan, Arbat, dengan bangunan gedung-gedung lama yang eksotik, juga setting sejarah di sepanjang jalan dan lingkungannya, menjadi cermin keberhasilan manajemen kota untuk dijadikan ikon yang menjual, mendatangkan kesejahteraan bagi warga dan barang tentu pendapatan bagi pemerintah kota. Sehingga Arbat pun menjadi titik yang wajib dikunjungi wisatawan ke Rusia.

AYO BACA : 300 Mahasiswa Jateng Siap Menuntut Ilmu di Tiongkok

Ganjar membayangkan, Kawasan Kota Lama benar-benar menjadi Kota Lama yang nyaman dan mengesankan. Hanya sepeda onthel yang diizinkan menjadi transportasi untuk berlalu lalang dari satu spot ke spot yang lain. Kendaraan bermotor harus parkir di tempat yang khusus disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Belajar dari Rusia, Kota Lama akan lebih cantik ketika semua bebas dari kendaraan, gedung-gedung hidup. Menjadi tempat kreatifitas. Car free day zone setiap hari. Parkiran disiapkan. Polusi dihilangkan, katanya saat menerima Panitia Festival Kota Lama di Puri Gedeh, Senin (12/8/2019).

AYO BACA : UPGRIS Berkomitmen Kurangi Penggunaan Plastik

Dalam kunjungannya, Ganjar juga mengaku terpukau dengan sungai yang mengelilingi kota tua disana. Di salah satu sudut, Ganjar pun melihat ada jembatan kecil yang bisa dibuka tutup. Ganjar pun mengusulkan Jembatan Berok bisa dibuka tutup kembali seperti dahulu dan Kali Semarang bisa dilalui perahu-perahu untuk berwisata di Kawasan Kota Lama.

Ganjar berharap, Arbat bisa menjadi cermin bagi pengelolaan Kota Lama Semarang, yang sekarang mulai tertata dan dikembangkan. Kuncinya, seperti yang diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hanya satu, kesungguhan menjadikannya sebagai kawasan wisata konservasi unggulan dengan segala detail pernak-perniknya. Kota Lama bisa diorientasikan sebagai ekapresi eksotisitas sejarah yang dikemas secara gaul dan menjadi jalan seni.

Dari sisi fasilitas dan perawatan, pengunjung diajak menjadi nyaman dan menikmati. Sementara itu, warga Semarang didorong menangguk manfaat kesejahteraan, dan pemerintah kota menyerap maksimal pendapatan asli daerah.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Alpasis Band, Grup Musik yang Beranggotakan Narapidana

Jumat, 24 September 2021 | 15:37 WIB

UPDATE Stok Darah Semarang, Jumat 24 September 2021

Jumat, 24 September 2021 | 14:18 WIB
X