Mustaka Masjid Mantingan Jadi Koleksi Masterpiece Museum Ranggawarsita

- Jumat, 30 Agustus 2019 | 17:18 WIB
Pemandu wisata Museum Ranggawarsita, Tri Lestari Budi Rahayu menunjukkan Mustaka Masjid Mantingan. (Vedyana Ardyansah/ayosemarang.com)
Pemandu wisata Museum Ranggawarsita, Tri Lestari Budi Rahayu menunjukkan Mustaka Masjid Mantingan. (Vedyana Ardyansah/ayosemarang.com)

SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM -- Ketika berkunjung ke Museum Ranggawarsita, di Jalan Abdurahman Saleh jangan lupa melihat koleksi masterpiecenya. Terdapat beberapa koleksi yang menjadi primadona Museum, salah satunya Mustaka Masjid Mantingan.

Dikutip dari laman kemendikbud.co.id, Masjid Mantingan merupakan masjid kedua setelah Masjid Agung Demak, yang dibangun pada tahun 1481 Saka atau tahun 1559 Masehi oleh Ratu Kalinyamat. Tahun pembangunan masjid itu diketahui berdasarkan candra sengkala yang terukir di mihrab, yang berbunyi “Rupo Brahmana Wanasari”.

AYO BACA : Penuh Debu, Kota Lama Tetap Dipadati Pengunjung

Diceritakan kala itu, Ratu Kalinyamat membangun masjid atas kesedihan mendalam usai wafatnya sang suami, Raja Demak, Raden Trenggono. Untuk mengatasi kesedihannya, Ratu Kalinyamat membuat makam beserta masjid di daerah Mantingan, Jepara.

Masjid yang berusia sekitar 5 abad itu memiliki relief yang menempel pada dinding masjid. Saat ini terdapat 114 relief, karena masih ada beberapa relief yang tersimpan di ‘museum’ sederhana di samping masjid. Mungkin itu satu-satunya masjid yang memiliki relief.  Gaya arsitekur bangunan masjid memerlihatkan akulturasi budaya Hindu dan China.

AYO BACA : Pedagang Barang Antik Maksimalkan Promosi melalui Media Sosial

Sebenarnya bentuk mustokonya menyerupai bunga padma atau teratai. Inilah yang membedakan dengan kuncup masjid lainnya. Sehingga menjadi penanda sejarah masuknya budaya Hindu dan Islam di Jepara pada masa lampau, ujar Tri Lestari Budi Rahayu, seorang pemandu wisata di Museum Ranggawarsita, Jumat (30/8/2019).

Pihaknya mengaku sengaja menyimpan mustaka Masjid Mantingan di dalam museum untuk memperkaya literasi sejarah yang ada saat ini. Selain itu, juga untuk menjaga keaslian benda bersejarah tersebut.

Harapannya, keberadaan mustaka Masjid Mantingan bisa meningkatkan keunikan literasi di museum dan menambah pengetahuan bagi pengunjung, imbuhnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Bawa Chipset Dimensity 1200, Oppo K9 Pro Resmi Rilis

Selasa, 28 September 2021 | 19:20 WIB

Update Stok Darah Semarang, Selasa 28 September 2021

Selasa, 28 September 2021 | 14:20 WIB
X