Pengusaha Jamu Minta Pengawasan Tak Disamakan Industri Farmasi

- Jumat, 30 Agustus 2019 | 17:25 WIB
Charles Saerang. (istimewa)
Charles Saerang. (istimewa)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM-- Industri jamu di Indonesia akhir-akhir ini lesu, terutama sejak di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan RI. Akibat pengawasan dan regulasi yang ketat itu membuat para pelaku industri jamu kesulitan memeroleh bahan baku.
\n 
\nSebab, industri jamu  disamakan  industri farmasi yang pengawasannya ketat, ungkap Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Indonesia Dr Charles Saerang, Jumat (30/8/2019).

AYO BACA : Semarakkan HUT RI, Nama Depan Agus Bisa Makan Gratis di Kedai ArSo

Padahal, menurut dia, industri jamu tidak hanya soal pengobatan tradisional. Melainkan juga, kecantikan, spa, kosmetik, budaya hingga pariwisata.

AYO BACA : Mustaka Masjid Mantingan Jadi Koleksi Masterpiece Museum Ranggawarsita

Oleh sebab itu, Charles mengusulkan agar industri jamu dibina dan diawasi Kementrian Perindustrian.

Kalau di bawah kementerian perindustrian, industri jamu dapat dicantumkan sebagai industri berbasis agro yang diprioritaskan, tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap industri jamu dari luar negeri juga diperketat. Dengan demikian, industri jamu dalam negeri bisa berkembang dengan baik.

AYO BACA : Penuhi Uji Klinis, Pemerintah Dorong Saintifikasi Jamu

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Bawa Chipset Dimensity 1200, Oppo K9 Pro Resmi Rilis

Selasa, 28 September 2021 | 19:20 WIB

Update Stok Darah Semarang, Selasa 28 September 2021

Selasa, 28 September 2021 | 14:20 WIB
X