Hexpharm Edukasi Pengelolaan Faskes Primer

- Minggu, 13 Oktober 2019 | 21:22 WIB
Jajaran manajemen PT Hexpharm Jaya menunjukkan contoh produk kepada Ketua PB IDI Daeng M Faqih disela-sela kegiatan HJ Learning Forum yang diselenggarakan di Hotel Patra Semarang. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Jajaran manajemen PT Hexpharm Jaya menunjukkan contoh produk kepada Ketua PB IDI Daeng M Faqih disela-sela kegiatan HJ Learning Forum yang diselenggarakan di Hotel Patra Semarang. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM - Era jaminan kesehatan nasional (JKN) menuntut pelayanan kesehatan tak hanya terpusat di rumah sakit. Fasilitas kesehatan (faskes) primer seperti puskesmas, klinik maupun dokter praktik perorangan akan menjadi gerbang utama terkait akses layanan kesehatan.

Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyatakan, kondisi pada era JKN berbeda dengan sebelumnya dalam hal kebutuhan pelayanan kesehatan. Kompetensi dokter dalam mengelola faskes primer terutama klinik sangat diperlukan pada kondisi sekarang.

Dokter diharapkan tidak sekadar mengobati pasien, tetapi perlu dibekali tentang pengelolaan atau manajemen klinik yang baik, kata Daeng, di sela-sela kegiatan HJ Learning Forum yang diselenggarakan PT Hexpharm Jaya, anak perusahaan PT Kalbe Farma di Hotel Patra Semarang, Minggu (13/10/2019).

Ia menyatakan praktik mengelola fasilitas pelayanan kesehatan dianggap suatu tantangan bagi dokter, terlebih pada era JKN. Sebab ada kekhususan terkait pembayaran yang hemat, namun dengan kualitas yang bisa diterima.

Acara ini supaya dokter mengerti dan memahami bagaimana mengelola klinik dengan manajemen yang baik. Jadi lebih ke arah kompetensi memimpin sebuah fasilitas kesehatan, ujarnya.

Hal serupa dikatakan Marketing Director Kalbe Farma, Ridwan Ong. Pihaknya ingin para dokter dapat memahami manajemen klinik agar dapat mendukung program pemerintah, dalam hal ini BPJS Kesehatan.

Kontribusi yang kami inginkan terutama di bidang industri farmasi, bisa membantu pemerintah menghadapi era JKN yang penuh tantangan, paparnya.

Menurut dia, ketersediaan pelayanan kesehatan tingkat pertama makin diperlukan seiring peningkatan jumlah peserta BPJS Kesehatan. Karena itu, masing-masing faskes juga perlu diimbangi dengan sarana prasarana, penanganan yang praktis, cepat serta mumpuni.

Acara tersebut dihadiri lebih kurang 120 dokter umum dan spesialis dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
\nForum ini merupakan tahun ketiga diselenggarakan, dengan target pelaksanaan di delapan kota, yakni Yogyakarta, Padang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Jambi, Mataram dan Jakarta.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

UPDATE STOK Darah PMI Kota Semarang 19 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:39 WIB
X