Pentas Drama Musikal Maria untuk Rumah Sepuh Para Romo

- Senin, 14 Oktober 2019 | 10:41 WIB
Pentas Drama Musikal Maria  di Ballroom PO Hotel Semarang, Minggu (13/10/2019) malam. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Pentas Drama Musikal Maria di Ballroom PO Hotel Semarang, Minggu (13/10/2019) malam. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM - Pentas Drama Musikal Maria (DMM) dengan judul Aku Sungguh Mencintai-Nya di Ballroom PO Hotel Semarang, Minggu (13/10/2019) malam dihadiri oleh ribuan umat Katholik dari berbagai sudut Kota Semarang. Sebelum pentas drama dimulai, diawali dengan puji-pujian antara lain oleh Romo Aloysius Budi Purnomo Pr sambil bermain saxophone. Kemudian tampil juga padua suara dari para Frater Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta.

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko saat memberi sambutan menyatakan pentas ini merupakan inisiasi dari umat demi terwujudnya Rumah Sepuh bagi Rama Adi Yuswo di kompleks Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta yang saat ini sedang dalam taraf pembangunan.

Gereja Keuskupan Agung Semarang telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperhatikan para romo purna karya ini dengan menyediakan bagi mereka rumah sepuh DomusPacis di Yogyakarta dan Semarang. Namun, kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi, jelas Uskup.

AYO BACA : Dana Tali Asih WPS Sunan Kuning Dipastikan Masuk Rekening

Oleh karena itu, pihaknya bertekad menjawab kebutuhan tersebut dengan membangun rumah sepuh atau rumah adiyuswa di Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Yogyakarta. Rumah sepuh ini nantinya akan diberi nama Domus Pacis Santo Petrus. 

Di rumah ini diharapkan para romo purna karya tersebut mampu membangun komunitas hidup bersama dan masih tetap mampu melanjutkan karya kerasulannya melalui doa-doa dan memberikan kesaksian hidup bagi kita semua, jelas Uskup.

Drama musikal Maria ini diambil dari naskah film ‘Di Mataku’ yang ditulis oleh Rama Petrus Agoeng Noegroho Pr (ketua Unio KAS, sekaligus ketua pembangunan rumah sepuh). Sebagai sutradara Jatmiko dari Paroki Evangelita Kudus, yang dibantu oleh Kunthi dari Paroki St Maria Fatima Banyumanik. Drama ini diiringin oleh 34 personil dari Java Orkestra.

AYO BACA : Pecah Pusat Keramaian, Kelompok Hiburan Kota Lama Bakal Disebar

Drama musikal ini berkisah tentang perjalanan hidup Bunda Maria sejak menerima kabar dari malaikat Gabriel hingga sampai memangku jenazah Yesus. Sepanjang pentas yang berlangsung sekitar dua jam, banyak menyoroti tentang sosok Bunda Maria sejak menerima kabar sukacita sampai Yesus wafat di kayu salib.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

RSUD Soewondo Kendal Layani Pasien Kejiwaan

Selasa, 30 November 2021 | 19:41 WIB

UPDATE Stok Darah PMI Semarang Selasa 30 November 2021

Selasa, 30 November 2021 | 14:42 WIB

Lirik Lagu dan Kunci Gitar White Christmas

Selasa, 30 November 2021 | 13:41 WIB
X