Phapros Kembangkan Produk Herbal Baru

- Selasa, 15 Oktober 2019 | 14:04 WIB
PT Phapros Tbk kembangkan produk herbal baru. (istimewa)
PT Phapros Tbk kembangkan produk herbal baru. (istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM - PT Phapros Tbk yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma (Persero) terus berupaya menambah portofolio produknya guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui produk-produk herbal.

Menurut  Direktur Utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami, produk herbal menjadi tren di tengah masyarakat. “Apalagi produk herbal dikenal dengan khasiatnya, yang tak kalah dengan obat-obatan kimia,” tuturnya, Selasa (15/10/2019).

AYO BACA : Hexpharm Edukasi Pengelolaan Faskes Primer

Ia menjelaskan produk herbal yang dikembangkan oleh Phapros adalah produk herbal antikolesterol dan antidiabetes. Produk herbal ini dipilih karena mempunyai pangsa pasar yang cukup besar dan mampu tumbuh hingga lima persen dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

“Kategorisasi produk herbal di Indonesia sendiri terbagi menjadi tiga, yakni jamu, obat herbal terstandar, dan yang tertinggi dan telah lulus uji klinis adalah fitofarmaka. Saat ini dua dari tujuh produk fitofarmaka di Indonesia dimiliki oleh Phapros yakni Tensigard dan X-Gra, dan kami berharap produk herbal kami yang lain ke depannya akan menambah jumlah fitofarmaka di Indonesia,” ujar perempuan yang akrab disapa Emmy ini.

AYO BACA : Pakar Sarankan Pemerintah Perkuat Keamanan Siber Terkait Tol Langit

Emmy melanjutkan, butuh waktu lama dan biaya yang tak sedikit bagi perusahaan farmasi untuk mengembangkan produk fitofarmaka. Pasalnya, penelitian fitofarmaka harus melewati penelitian yang panjang dan teruji secara klinis dari sisi keamanan dan khasiat, “Termasuk membandingkan khasiatnya dengan obat kimia agar diketahui profil terapinya yang tepat bagi pasien,” tuturnya.

Inilah alasannya jumlah produk fitofarmaka sangat sedikit di Indonesia, “Padahal fitofarmaka lebih unggul dari sisi keamanan dibanding obat kimia karena menggunakan bahan baku alam dan telah teruji secara empiris penggunaannya secara turun temurun,” tambah Emmy.

Untuk mendorong percepatan pengembangan industri fitofarmaka di Indonesia, Emmy menilai dukungan pemerintah sudah sangat baik, terlebih saat ini sudah ada Formularium Obat Herbal dan pembentukan Satuan Tugas Nasional (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka yang diinisiasi BPOM RI yang terdiri dari lintas sektor terkait.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Sudah Sampai Pembahasan, Jateng Siap Wujudkan Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 19:51 WIB

PSISa Salatiga: Lini Serang Masih jadi PR

Kamis, 16 September 2021 | 19:33 WIB

Covid-19 di Kendal Renggut 16 Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 18:41 WIB

Gandeng Dinkes, Lapas Semarang Gelar Pemeriksaan HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:30 WIB

Update Stok Darah PMI Kota Semarang 16 September 2021

Kamis, 16 September 2021 | 14:25 WIB

Stok Vaksin Melimpah, Kendal Optimistis Penuhi Target

Kamis, 16 September 2021 | 12:44 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X