Kehadiran Ojek Daring Buat Ekosistem Berbisnis Baru di Semarang

- Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:54 WIB
Diskusi media di kantor PWI Semarang, Rabu (16/10/2019). (Istimewa)
Diskusi media di kantor PWI Semarang, Rabu (16/10/2019). (Istimewa)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Penggunaan teknologi saat ini sudah menjamah seluruh elemen masyarakat. Terlebih di dunia usaha saat ini.

Munculnya ojek daring seperti Gojek membuat ekosistem bisnis baru di masyarakat  Kota Semarang dan sekitarnya. Itu ditandai dengan banyaknya usaha kecil yang terhubung dengan sistem di Gojek seperti GoFood, GoCar maupun Goride. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono, mengatakan saat ini banyak masyarakat yang sebelumnya bekerja, banting stir atau malah membuka usaha sendiri dengan berjualan melalui aplikasi seperti Gojek

Ini sangat positif bagi perekonomian di Semarang. Minat orang untuk memiliki usaha sendiri semakin besar, karena dengan Gojek seorang pengusaha makanan cukup membuka usahanya. Dengan modal yang tidak terlalu besar, tapi jangkauan pasarnya sangat luas. Ini untungnya jualan pakai teknologi, katanya dalam diskusi media di kantor PWI Semarang, Rabu (16/10/2019).

AYO BACA : Plt Menkumham Belum Siapkan Aturan Teknis UU KPK Baru

Bambang menambahkan, para pelaku usaha UMKM di Semarang juga semakin familiar menggunakan transaksi nontunai seperti GoPay. Hal ini karena banyak pembelian yang dilakukan melalui aplikasi menggunakan fasilitas nontunai. 

Berbagai promosi yang dilakukan oleh aplikator ikut mendorong peningkatan omzet para pelaku usaha kecil ini. Jadi diskon yang diberikan aplikator membuat mitra pengusaha menjadi semakin untung, ungkapnya.

Senada dengan Bambang, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung menambahkan, bahwa kehadiran ojek online termasuk sistem pembayaran online dianggapnya justru menekan inflasi.

Menurut saya ini tidak mematikan. Justru mengangkat. Merk ternama seperti Zara, H&M sampai Uniqlo mereka punya gerai tetapi penjualan terbesar mereka kan secara online. Jadi tidak bisa kita memungkiri teknologi, kata Arnaz.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Sudah Sampai Pembahasan, Jateng Siap Wujudkan Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 19:51 WIB

PSISa Salatiga: Lini Serang Masih jadi PR

Kamis, 16 September 2021 | 19:33 WIB

Covid-19 di Kendal Renggut 16 Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 18:41 WIB

Gandeng Dinkes, Lapas Semarang Gelar Pemeriksaan HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:30 WIB

Update Stok Darah PMI Kota Semarang 16 September 2021

Kamis, 16 September 2021 | 14:25 WIB

Stok Vaksin Melimpah, Kendal Optimistis Penuhi Target

Kamis, 16 September 2021 | 12:44 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X