Teten Masduki Dorong Kontribusi Ekspor Sektor UKM

- Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:28 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat diwawancara wartawan usai meninjau Balaikop UKM Jateng, Jumat (24/1/2020). (Ayosemarang.com/Arie Widiarto)
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat diwawancara wartawan usai meninjau Balaikop UKM Jateng, Jumat (24/1/2020). (Ayosemarang.com/Arie Widiarto)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mendorong kontribusi koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini dikarenakan selama ini neraca perdagangan masih tinggi impor daripada ekspornya.

"Potensi UKM maupun koperasi untuk menembus pasar ekspor ini sebenarnya sangat terbuka. Hanya saja belum maksimal karena kurang luasnya jaringan pemasaran. Maka, kami akan mendorong dengan berbagai langkah strategis seperti bekerja sama dengan perusahaan besar yang sudah memiliki pasar ekspor," ungkap Teten saat berkunjung ke Balai Latihan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Balatkop UKM) Jateng, Srondol Semarang, Jumat (24/1/2020).

Dalam kesempatan tersebut Menkop UKM didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Menurut Teten, sektor koperasi dan UKM memiliki peran penting dalam menjadi penopang ekonomi nasional di tengah situasi ekonomi global yang tengah lesu. 

AYO BACA : Teten Masduki Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

Misalnya saja saat perekonomian nasional pada saat Krisis Moneter 1998. Saat itu, sektor koperasi dan UKM berhasil mencatatkan peningkatan ekspor di tengah kemerosotan ekonomi yang melanda Indonesia pada saat itu.

"Saat ekonomi lesu, koperasi dan UKM selalu bisa diandalkan. Tahun 1998 ekspor bisa naik 300 persen," jelas Teten.

Meski demikian, Teten mengakui ekspor yang dihasilkan dari sektor koperasi dan UKM saat ini masih cukup kecil, yakni sebesar 14,5 persen saja. Capaian ini masih cukup kecil apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

AYO BACA : Begini Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia

"Dibanding ekspor negara tetangga, kita masih kalah sama Malaysia, Vietnam, dan Thailand," ujar Teten.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

RSUD Soewondo Kendal Layani Pasien Kejiwaan

Selasa, 30 November 2021 | 19:41 WIB

UPDATE Stok Darah PMI Semarang Selasa 30 November 2021

Selasa, 30 November 2021 | 14:42 WIB

Lirik Lagu dan Kunci Gitar White Christmas

Selasa, 30 November 2021 | 13:41 WIB
X