Pakar Sebut Rencana Pembangunan Trem di Semarang Sulit Terwujud

- Senin, 27 Januari 2020 | 15:31 WIB
[Ilustrasi] Trem. (istimewa)
[Ilustrasi] Trem. (istimewa)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Pengamat transportasi Publik Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang, Djoko Setijowarno memberikan pendapatnya terkait rencana Pemkot Semarang dalam menghidupkan moda transportasi umum berbasis kereta api perkotaan (Trem).

Menurutnya, rencana Pemkot Semarang untuk merealisasikan moda transportasi Trem akan sulit terwujud. Hal tersebut mengingat masih banyak hal yang dinilainya perlu diperhatikan Pemkot.

"Semarang belum memiliki Masterplan Transportasi Umum. Harus punya dulu, sehingga punya timeline membangun transportasi umum," ujarnya saat dihubungi Ayosemarang.com, Senin (27/1/2020).

AYO BACA : Teten Masduki Dorong Kontribusi Ekspor Sektor UKM

Terkait Jalur Trem Semarang, Djoko menceritakan, dahulu jalur itu melewati kawasan permukiman. Namun sekarang, kawasan tersebut sudah berubah fungsi menjadi kawasan bisnis, perumahan dan pemukiman bergeser ke pinggiran kota.

Belum lagi, regulasi yang menurutnya belum mendukung dibangunnya trem tersebut, di mana harus merevisi UU Perkeretaapian terlebih dahulu. Lalu, pembangunan jalan rel dan jalan raya pun juga tidak boleh  dibangun sebidang.

"Apalagi di Semarang tertib berlalu lintas masih sangat buruk, kalau pembangunan rel dibangun sebidang dengan jalan raya, adanya trem hanya akan bisa menambah potensi kecelakaan di jalan raya. Kecuali ada pembatasnya," katanya.

AYO BACA : Judi Kian Marak, GPN Semarang Raya Bakal Gelar Aksi

"Membangun jalur kereta juga lebih mahal dan butuh waktu lama ketimbang membangun transportasi umum berbasis jalan raya," tambahnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Update Stok Darah Semarang, Rabu 27 Oktober 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:19 WIB

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB
X