Begini Keluhan Penyandang Disabilitas di Musrenbang Jateng

- Rabu, 12 Februari 2020 | 12:33 WIB
Didik dari Rumah Difabel Semarang menyampaikan keluhannya di Patra Semarang Hotel & Convention, Selasa (11/2/2020). (dok)
Didik dari Rumah Difabel Semarang menyampaikan keluhannya di Patra Semarang Hotel & Convention, Selasa (11/2/2020). (dok)

CANDISARI, AYOSEMARANG.COM -- Sejumlah kalangan memanfaatkan masa pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah, dengan menyuarakan usulannya di Patra Semarang Hotel & Convention, Selasa (11/2/2020). 

Pembukaan Masa Musrenbang juga mengundang organisasi wanita, perwakilan penyandang disabilitas dan anak, masyarakat Pejabat Pusat dan Daerah, DPD RI, DPRD Provinsi, akademisi, organisasi profesi, Asosiasi Dunia Usaha, Lembaga Donor, LSM, Partai Politik serta pemangku kepentingan lainnya, dan pihak terkait lain serta perwakilan disabilitas.

Didik dari Rumah Difabel Semarang yang mewakili para disabilitas se-Jawa Tengah menyampaikan ihwal hak penyandang disabilitas yang menjadi keluhan mereka. 

"Pendidikan. Bagi penyandang disabilitas, mengenyam pendidikan, ini amat penting sekali. Kesempatan penyandang disabilitas mengenyam pendidikan amat terbatas sekali," kata Didik.

Dia menuturkan ada beberapa difabel yang harus antre hampir 3 tahun agar bisa belajar di sekolah luar biasa (SLB) negeri. Sebab terbatasnya jumlah SLB. Bahkan sepengetahuannya, rata-rata di tiap kabupaten atau kota, hanya terdapat satu sekolah.

Di sisi lain, jarak SLB dengan tempat tinggal difabel juga tak semua bisa dijangkau secara mudah. Praktis itu amat menyulitkan kalangan difabel. Didik juga menyinggung soal pemerintah yang punya program inklusi. Namun belum total dilakukan. 

AYO BACA : Penyandang Disabilitas Jateng Berikrar Tidak Mau Dikasihani

"Kami punya harapan besar dengan program sekolah inklusi. Namun saat program sekolah inklusi digulirkan, tidak semua dijalankan," beber Didik.

Terlebih infrastruktur sekolah inklusi juga belum semua diperhatikan. Juga ketersediaan tenaga pengajar yang masih kurang. Termasuk lingkungan yang belum sepenuhnya menerima penyandang disabilitas. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB

Update Stok Darah PMI Semarang, Selasa 26 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:46 WIB
X