3 Warga Diduga Provokator Penolak Jenazah Perawat di Semarang Ditangkap Polisi

- Sabtu, 11 April 2020 | 18:03 WIB
Sebagai ilustrasi: Petugas menurunkan peti jenazah pasien suspect Covis-19 dengan menggunakan tali tambang di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3). (Suara.com/Alfian Winanto)
Sebagai ilustrasi: Petugas menurunkan peti jenazah pasien suspect Covis-19 dengan menggunakan tali tambang di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3). (Suara.com/Alfian Winanto)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Tim gabungan Subdit Jatanras Polda Jateng dan Polres Semarang menangkap tiga orang pelaku yang diduga melakukan penolakan pemakamaman terhadap NK (38) salah satu tenaga medis yang meninggal dunia  akibat Covid-19 pada Kamis (9/4/20). Ketiga orang tersebut diduga melakukan provokator saat berada si TPU Siwakul, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Direktur Resese Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng Kombes Budi Haryanto mengatakan tiga orang yang ditangkap masing-masing THP (31) , BSS (54), STJ (60) ketiganya warga Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. 

"Kami dari pihak kepolisian mengamankan 3 orang yang kami duga jadi provokator, memprovokasi warga sehingga warga menolak acara pemakaman yang sudah sesuai standar dan SOP," kata Budi di Mapolda Jateng, Sabtu (11/4/2020).

AYO BACA : Warga Tolak Pemakaman Perawat RSUP Dr Kariadi, Begini Klarifikasi Ketua RT

Saat ini 3 orang tersebut masih diperiksa. Selain mereka ada 7 saksi yang sudah dimintai keterangan oleh kepolisian.

Budi juga menjelaskan kepolisian paham dengan kekhawatiran beberapa masyarakat soal penyebaran Covid-19. Namun ia memastikan pemerintah tidak ceroboh dalam pemakaman pasien positif Covid-19.

"Kami pasti mengawal dan pemerintah tidak mungkin ceroboh, tidak mungkin tidak perhatikan keselamatan warga. Setiap pemakaman jenazah terinveksi Covid-19 sudah dapatkan SOP," jelasnya.

AYO BACA : 5 Jurus Lindungi Diri dari Kuman saat Berbelanja ke Supemarket

Maka jika ada penolakan, lanjut Budi, bisa dijerat dengan Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP serta Pasal 14 Undang-undang nomor 04 tahun 1984 tentang penanggulangan wabah.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Update Stok Darah Semarang, Rabu 27 Oktober 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:19 WIB

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB
X