Libur Panjang, Kadinkes Imbau Warga Liburan dengan Bijak

- Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:19 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam. (dok)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam. (dok)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM- Pekan depan akan terjadi libur panjang yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 29 Oktober serta dua cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam mengimbau agar warga Semarang tetap menahan diri dan tetap patuh pada protokol kesehatan meliputi 3 M yakni, wajib memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

AYO BACA : Antisipasi Banjir Kota Semarang Dilakukan Hulu sampai Hilir

“Libur panjang minggu depan mohon bisa dimanfaatkan dengan bijak oleh masyarakat terutama warga Semarang. Banyak istirahat di rumah saja dan olahraga agar tetap fit,” ujarnya, Kamis (22/10/20202).

“Misal ingin beraktivitas agar tidak bosan bisa melakukan aktivitas yang bisa dilakukan bersama keluarga di rumah seperti maen game. Atau bisa juga menggeluti hobby baru dengan bercocok tanam, atau untuk ibu-ibu bisa memperdalam ilmu masak. Siapa tahu setelah jago masak malah bisa buka usaha makanan. Kan lebih bermanfaat,” sambungnya.

AYO BACA : Dorong Kemajuan Ilmu lewat Akulturasi Budaya

Ia menerangkan, meski kasus covid-19 di Semarang grafiknya mulai menurun seminggu terakhir ini, antisipasi penularan covid-19 pasca libur panjang tetap dilakukan jajaran pemerintah kota Semarang. Terutama bagi para pendatang atau sebaliknya warga Semarang yang melakukan perjalanan ke luar kota akan diskrining secara ketat. 

“Tapi kalo bisa ya sudahlah liburan tetap di dalam kota saja. Beberapa tempat wisata lokal sudah mulai dibuka dan menerapan protokol kesehatan kok. Tidak perlulah jalan-jalan ke luar kota dulu. Masih banyak aktifitas yang bisa kita lakukan untuk mengisi libur panjang besok, jika bosan beraktifitas di rumah boleh keluar sebentar namun tetap menggunakan masker, jangan lupa bawa handsanitizer dan pilih tempat-tempat yang tidak ramai atau banyak kerumunan. Di rumah saja cukup, tidak perlu berlebihan karena masanya saat ini masih prihatin,” tandasnya. 


\nIa mengatakan, saat ini kota Semarang masuk kategori zona resiko sedang. Adapun update data kasus terbaru per 22 Oktober pukul 15.00 kasus aktif yang ada di Kota Semarang sejumlah 312 warga Semarang dan 113 luar Semarang. Sehingga saat ini total yang masih aktif 425 kasus masih dalam perawatan.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Bawa Chipset Dimensity 1200, Oppo K9 Pro Resmi Rilis

Selasa, 28 September 2021 | 19:20 WIB

Update Stok Darah Semarang, Selasa 28 September 2021

Selasa, 28 September 2021 | 14:20 WIB
X