ASN Pemkot Semarang Nekat Mudik? Hendi Siapkan Sanksi Potongan TPP hingga 100 Persen

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 09:52 WIB
Wali Kota Hendrar Prihadi saat konferensi pers di Balai Kota Semarang terkait 20 ASN Semarang positif covid-19, Kamis (11/6/2020). (Ayosemarang.com/Kemmy Wijaya)
Wali Kota Hendrar Prihadi saat konferensi pers di Balai Kota Semarang terkait 20 ASN Semarang positif covid-19, Kamis (11/6/2020). (Ayosemarang.com/Kemmy Wijaya)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi alias Hendi melarang setiap pegawai dan ASN di lingkungan Pemkot Semarang untuk mudik.

Hendi menyiapkan sanksi bagi ASN yang nekat mudik, yaitu pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) hingga 100 persen.

Dia meminta para pegawai yang berasal dari luar kota, untuk sementara tetap tinggal atau berdomisili di Kota Semarang.

AYO BACA : Wali Kota Semarang Tetap Larang Mudik Lokal

“Siapa pun yang bekerja di Pemkot Semarang selama masa larangan mudik harus ada di Kota Semarang. Meski pun selama ini dia tinggal di luar Kota Semarang,” tegas Hendi sebagaimana dilansir Solopos (jaringan AyoSemarang.com).

Tidak hanya bagi pegawai dan ASN Pemkot Semarang, Hendi juga meminta masyarakat untuk tidak mudik lokal.

“Selama rentang waktu larangan mudik, dia (masyarakat) harus tetap di Semarang. Kalau pemerintah pusat tanpa pengecualian, pemerintah provinsi juga, masa kita ada pengecualian. Kan enggak elok,” tutur Hendi di kantornya, Jumat 7 Mei 2021 sebagaimana dilansir Solopos (jaringan AyoSemarang.com).

AYO BACA : Ikut Donorkan Plasma Darah, Hendi: Metode Penyembuhan Covid-19

Keputusan larangan mudik lokal tersebut bertujuan demi mencegah potensi penularan Covid-19 yang berpotensi dibawa pemudik.

Halaman:

Editor: Ade Lukmono

Tags

Terkini

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB

Update Stok Darah PMI Semarang, Selasa 26 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:46 WIB
X