Terasi Tambakrejo, Kualitas Tinggi Berbahan Alami Tapi Kalah Saing dengan Buatan Pabrik

- Jumat, 28 Mei 2021 | 18:54 WIB
Rumah produksi terasi di Tambakrejo Semarang saat sedang dalam proses pengemasan terasi. Meskipun kualitasnya tidak kalah, terkadang terasi Tambakrejo kalah saing dengan bikinan pabrik. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)
Rumah produksi terasi di Tambakrejo Semarang saat sedang dalam proses pengemasan terasi. Meskipun kualitasnya tidak kalah, terkadang terasi Tambakrejo kalah saing dengan bikinan pabrik. (AYOSEMARANG.COM/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM -- Sebagai pemukiman pesisir, Kampung Tambakrejo Semarang memberikan berbagai olahan dan bahan baku dari hasil laut, salah satunya adalah terasi.

Di kampung ini setidaknya ada beberapa rumah yang memproduksi terasi. Hasil terasi mereka banyak diedarkan di pasar-pasar besar di Kota Semarang, misalnya saja seperti Pasar Johar.

Salah satu pemilik dari rumah produksi terasi itu adalah Giyarti. Dia mengaku sudah mempunyai rumah produksi tersebut sejak 25 tahun yang lalu.

“Sudah lama ini, sejak anak saya kecil,” ujarnya pada Jumat 28 Mei 2021.

Produksi terasi bergantung pada hasil tangkapan udang rebon. Dalam setahun rumah produksi milik Giyarti hanya produksi sekali.

AYO BACA : Hendak Transaksi Motor Curian, Dua Maling Diciduk Polrestabes Semarang, 1 Masih DPO

Namun sekali produksi yang dibuat langsung dalam jumlah yang banyak.

Cara ini ditempuh karena tak lain untuk menyiasati kelangkaan bahan baku pembuatan terasi yaitu udang rebon. Sebab di kala-kala tertentu, udang rebon tidak sedemikian mudahnya didapat.

“Rebon itu panennya sekitar bulan 3. Nah, di bulan-bulan itulah mulai produksi. Hasil produksi nanti disimpan di gudang. Kalau terasi kan nggak busuk, lebih lama lebih enak,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ade Lukmono

Tags

Terkini

UPDATE STOK Darah PMI Kota Semarang 19 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:39 WIB
X