Hujan di Musim Kemarau, Begini Penjelasan Stasiun Klimatologi Semarang

- Senin, 28 Juni 2021 | 18:47 WIB
Hujan di sekitaran kawasan Tugu Muda Kota Semarang.(Ayosemarang.com/Vedyana Ardyansah)
Hujan di sekitaran kawasan Tugu Muda Kota Semarang.(Ayosemarang.com/Vedyana Ardyansah)

SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM -- Stasiun Klimatologi BMKG Semarang memprediksi, di musim kemarau tahun ini, potensi terjadinya hujan masih cukup tinggi.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis W Harmoko mengatakan, potensi hujan di musim kemarau tahun ini dipengaruhi suhu permukaan laut bagian selatan Jawa Tengah yang relatif masih hangat.

AYO BACA : Semarang Lebih Sering Hujan di Musim Kemarau, Ternyata Ini Alasannya

"Suhu permukaan laut di selatan Jawa Tengah sampai Nusa Tenggara dan bahkan sampai bagian Timur Papua itu telat f hangat. Karena angin posisinya dari arah timuran, membawa uap air dari wilayah perairan selatan Jawa dan sekitarnya," ujar Iis, Senin 28 Juni 2021.

Akibat fenomena tersebut, uap air yang dibawa angin timuran berdampak pada curah hujan di wilayah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan yang notabene masuk musim kemarau.

AYO BACA : Alice Norin Positif Covid-19 Tetap Berikan Anak ASI

"Untuk wilayah Bali, NTT kemungkinan tidak terdampak. Sehingga potensi hujannya terbilang kecil. Karena tidak terdampak angin timuran yang membawa uap air," imbuhnya.

Iis menambahkan, potensi hujan di musim kemarau diprakirakan bakal terjadi hingga periode memasuki musim hujan.

"Kalau faktornya karena permukaan hangat air laut, akan lama mas. Karena sifat air itu kalau hangat akan lama dinginnya. Dan sebaliknya dari dingin ke hangat juga butuh waktu relatif lama," katanya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Update Stok Darah Semarang, Rabu 27 Oktober 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:19 WIB

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB
X