Cerita Tukang Gali Kubur, Temukan Jasad Utuh Sudah Bertahun-tahun Dikubur

- Rabu, 14 Juli 2021 | 16:33 WIB
Sejumlah tukang gali kubur sedang menyiapkan liang lahat untuk prosesi pemakaman (ayosemarang.com/Vedyana)
Sejumlah tukang gali kubur sedang menyiapkan liang lahat untuk prosesi pemakaman (ayosemarang.com/Vedyana)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM -- Membawa sejumlah alat seperti cangkul, linggis, dan ember kecil, pagi itu Muryanto bersama beberapa rekannya harus harus bergegas menuju pemakaman umum Wotgaleh, Sampangan, Gajahmungkur.

Sekira pukul 08.00 WIB, Muryanto dan sejumlah rekannya mulai memilih lokasi tanah kuburan untuk prosesi pemakaman. Ya, Muryanto adalah salah satu tukang gali kubur di wilayah Sampangan. Sudah hampir 5 tahun ini menjalani pekerjaannya selain menjadi juru parkir di salah satu masjid.

Muryanto dengan cekatan mulai memainkan cangkulnya. Beberapa menit mulai mencangkul tanah kuburan, dahi dan wajahnya mulai dibasahi keringat. Tak ayal, keringatnya mengalir perlahan dan menetes. Kaos oblong yang biasa dia kenakan pun mulai basah keringat.

Ukuran liang lahat, biasanya memiliki panjang 2,5 meter, lebar 1,5 meter dengan ke dalaman 1,5 meter. Untuk menyelesaikan pekerjaan membuat liang lahat bukan perkara mudah. Butuh tenaga ekstra dalam melakukannya. Tak hanya itu, mental yang kuat juga dibutuhkan.

Muryanto dan temannya bergantian dalam membuat liang lahat. Berbagi tugas menjadi hal yang dilakukan. Terkadang, beberapa penggali kubur membagi 3 bagian tugas. Ada yang menggali, ada yang menaikkan tanah galian, dan ada yang menata tanah galian agar nantinya mudah untuk diuruk kembali.

Bergantian pula, para penggali kubur itu melepas lelah. Memakan bekal berupa jajanan atau nasi bungkus di tambah teh hangat di pemakaman sudah menjadi hal biasa bagi Muryanto. Meski bagi sebagian orang menyantap makanan di area pemakaman merupakan hal yang kurang biasa dilakukan.

AYO BACA : Ngenes! Penggali Kubur di Kota Tegal Curhat Tak Dapat Honor dari Pemerintah

Ayosemarang.com pun berkesempatan mendengarkan beberapa ceritanya. Menjadi tukang gali kubur tidak menakutkan seperti yang banyak dikait-kaitkan dengan film horor. Malahan, menjadi tukang gali kubur, dirinya merasa senang bisa membantu keluarga yang ditinggalkan.

"Ya, kalau jadi tukang kubur kalau pas ada yang ngabarin saja. Kalau hari biasa ya tukang parkir," ujar Muryanto kepada Ayosemarang.com, Rabu 14 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB

Update Stok Darah PMI Semarang, Selasa 26 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:46 WIB
X