[KAMUS SEMARANGAN] Penambahan Partikel Kata dalam Dialek Semarangan, Blaik Dewe Isa Telat Ki Piye Jal?

- Jumat, 16 Juli 2021 | 08:37 WIB
Gereja Blenduk, yang berada di kawasan Kota Tua menjadi salah satu ikon Kota Semarang. (Ayosemarang/Afri Rismoko)
Gereja Blenduk, yang berada di kawasan Kota Tua menjadi salah satu ikon Kota Semarang. (Ayosemarang/Afri Rismoko)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM – Blaik, dewe isa telat ki, piye jal (Wah kita bisa terlambat, terus bagaimana ini? Kalimat di atas menjadi bahasa tutur khas Semarangan yang sering didengar.

Selain tingkat turun kata cenderung ngoko, keunikan lain dari bahasa Semarangan adalah dapat dikenali lewat cara pengucapan yang lugas dan hampir diakhiri dengan partikel "ik, ok, deng, ta, atau jal".

Hartono Samidjan, peneliti bahasa Kota Semarang dan penulis buku Halah Pokokmen mengatakan, paartikel "ok" biasanya berfungsi memberikan penekanan pada kata kerja dalam kalimat pernyataan.

"Contohnya, 'aku wis bali ok (saya sudah pulang), aku bar mangan ok (aku sudah makan), dhekne durung reti ok (dia belum tahu)'," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Partikel "ta", lanjut Hartono, biasanya erat hubungannya untuk penekanan pada kata keterangan dalam kalimat pernyataan.

AYO BACA : [KAMUS SEMARANGAN] Wes Tanggal Tuo, Wayahe Rak Ndue Det!

"Contohnya, 'ya wis ta, nek koe rak gelem dikandhani (ya sudahlah, kalau kamu tidak mau dinasehati), nek saiki rak isa, ngeterkene barang sesuk wae ta ( kalau sekarang tidak bisa, sebaiknya antar barang itu besok saja)'," imbuhnya.

Hartono menambahkan, partikel "ta" biasanya sering ditambah "ya" untuk penekanan pada kata sifat atau kata keterangan dalam kalimat perintah. Contohnya, "jajanane dipangan sek ta ya" (Ayo, makan dulu makanannya). "Ben rak teles kena banjir, sepatune dicopot sek ta ya" (Biar tidak basah terkena hujan).

Selanjutnya, partikel "dhing" yang dipakai untuk memberikan penekanan pada kata sifat, kata keterangan, dan kata kerja untuk kalimat pasif. Contohnya, seng ijo dhing, seng tengah dhing, rak isa dhing, kowe digathaki dhing.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Update Stok Darah Semarang, Rabu 27 Oktober 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:19 WIB

Peluang Siswa SMK jadi Pengusaha Masih Terbuka Lebar

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:26 WIB
X