PPKM Darurat, Penumpang Pesawat di Semarang Turun Sampai 85 Persen

- Kamis, 22 Juli 2021 | 11:38 WIB
Petugas Bandara saat melakukan pemeriksaan dokumen kepada penumpang pesawat (dok)
Petugas Bandara saat melakukan pemeriksaan dokumen kepada penumpang pesawat (dok)

SEMARANGBARAT, AYOSEMARANG.COM -- PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat adanya penurunan jumlah penumpang pesawat dan pergerakan pesawat saat PPKM Darurat. Adanya penurunan tersebut dibandingkan dengan periode waktu yang sama di bulan Juni 2021.

Terhitung dari tanggal 5 - 20 Juni kemarin, jumlah penumpang sebanyak 61.399 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 27.781 orang dan penumpang berangkat sebanyak 33.618 orang sedangkan total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 661.

AYO BACA : Vaksinasi di Bandara Ahmad Yani Semarang, Berikut Ini Syarat dan Caranya

Sedangkan pada periode masa PPKM yaitu tanggal 5-20 Juli 2021 jumlah penumpang sebanyak 6.437 orang, terdiri dari penumpang datang sebanyak 2.605 orang dan penumpang berangkat sebanyak 3.806 orang, untuk total jumlah pergerakan pesawat sebanyak 168. Sehingga secara prosentase terjadi penurunan penumpang sebanyak 89,5%

"Dengan adanya penurunan pergerakan pesawat dan penumpang ini menandakan adanya kesadaran masyarakat untuk menunda perjalanan sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan penerapan kebijakan PPKM," ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor CabangĀ  Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto dalam keterangan yang didapat, Kamis, 22 Juli 2021.

AYO BACA : PPKM Darurat, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Hadirkan Sentra Vaksinasi Covid-19

Adapun sebagai langkah terus mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menerapkan pengetatan pemeriksaan syarat perjalanan.

Adapun ketentuan yang berlaku bagi pelaku perjalanan dalam negeri dari dan menuju Pulau Jawa & Bali. Yang mana wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam. Langkah tersebut dilanjutkan sampai dengan 25 Juli 2021.

'Kami mengimbau kepada masyarakat , jika memang terpaksa harus melaksanakan perjalanan, pada saat ini diwajibkan mematuhi dan mempersiapkan persyaratan yang berlaku dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga kita bisa bersama-sama melindungi diri sendiri dan juga orang lain di sekitar kita," katanya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Sudah Sampai Pembahasan, Jateng Siap Wujudkan Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 19:51 WIB

PSISa Salatiga: Lini Serang Masih jadi PR

Kamis, 16 September 2021 | 19:33 WIB

Covid-19 di Kendal Renggut 16 Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 18:41 WIB

Gandeng Dinkes, Lapas Semarang Gelar Pemeriksaan HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:30 WIB

Update Stok Darah PMI Kota Semarang 16 September 2021

Kamis, 16 September 2021 | 14:25 WIB

Stok Vaksin Melimpah, Kendal Optimistis Penuhi Target

Kamis, 16 September 2021 | 12:44 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X