HIPMI Jateng Nilai PPKM Kurang Efektif

- Jumat, 23 Juli 2021 | 20:23 WIB
Penutupan exit tol di Tol Jatingaleh Semarang. Polda Jateng memutarbalikkan ribuan kendaraan selama PPKM Darurat.(Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Penutupan exit tol di Tol Jatingaleh Semarang. Polda Jateng memutarbalikkan ribuan kendaraan selama PPKM Darurat.(Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM  - Pengusaha muda terkena dampak dengan adanya kebijakan PPKM Darurat yang diberlakukan oleh Pemerintah. Bahkan, sebagian pesimistis akan keberlanjutan usahanya jika kondisi seperti ini terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng Billy Dahlan mengatakan, pengusaha sudah benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi untuk bisa mempertahankan usahanya. Segala daya upaya sudah dilakukan demi keberlangsungan hidup bisnisnya.

''Sampai saat ini belum ada harapan bisa bangkit memperbaiki perusahaan,'' jelas Billy dalam diskusi dengan media yang digelar secara daring, Jumat 23 Juli 2021.

AYO BACA : Hadirkan Konten yang Baik untuk Anak, IndiHome Luncurkan IndiKids


Ia mengungkapkan, pengusaha di Jateng sudah mencoba bertahan dengan melakukan efisiensi dan inovasi untuk menekan kerugian imbas PPKM darurat, namun cara yang dilakukan belum berhasil. Angka kerugian, menurutnya, bisa mencapai miliaran dan perusahaan terpaksa merumahkan karyawan bahkan beberapa sudah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
''Penjualan aset juga tidak bisa dihindarkan untuk menutupi operasional perusahaan,'' ujarnya. 

Ia menyebutkan sejak pandemi melanda sudah mensiasati dengan fokus ke satu prioritas, efisiensi dan mengurangi tenaga kerja. ''Pindah online, kita melakukan itu juga namun dengan PPKM diketatkan berat juga," kata Billy. 

Ia menambahkan, kebijakan PPKM darurat sudah terbukti tidak efektif namun terus-terusan dilakukan oleh pemerintah, yang kian membebani pengusaha

AYO BACA : Billy Dahlan Pimpin Hipmi Jateng

Ia meminta, pemerintah fokus saja memperbaiki fasilitas kesehatan dan menambah tenaga kesehatan untuk menekan kematian Covid-19.  Ia yakin dengan fokus ke dua hal tersebut, kematian dan ketakutan masyarakat dengan virus Covid-19 akan sedikit berkurang sehingga bisa hidup normal. 

Halaman:

Editor: Arie Widiarto

Tags

Terkini

Update Stok Darah Semarang Jumat 17 September 2021

Jumat, 17 September 2021 | 16:30 WIB
X