Lebih Murah dan Hemat, Servis Lampu LED Jadi Pilihan Warga Semarang Dibanding Beli Baru

- Senin, 2 Agustus 2021 | 13:44 WIB
Ryan tukang servis lampu di Pasar Kokrosono saat melakukan servis (ayosemarang.com/Vedyana)
Ryan tukang servis lampu di Pasar Kokrosono saat melakukan servis (ayosemarang.com/Vedyana)

SEMARANGUTARA, AYOSEMARANG.COM -- Bagi sebagian warga Semarang, membuang lampu TL atau LED yang sudah tak menyala lagi merupakan sesuatu yang biasa dilakukan.

Akan tetapi, tak sedikit pula warga di Semarang, lebih memilih memperbaiki lampu TL atau LED milik mereka yang sudah padam.

Ketangkasan Ryan, dalam melakukan servis lampu TL atau LED menjadi alternatif bagi sebagian warga Semarang dalam berhemat. Kenapa? Karena ternyata memperbaiki lampu TL atau LED yang padam dianggap lebih hemat ketimbang beli baru.

Saat itu, Ryan nampak sibuk mengotak-atik bohlam lampu yabg rusak di lapaknya, area Pasar Krokosono. Disebelahnya sudah ada dua pelanggan setianya yang sedang menunggu Ryan menyelesaikan servisannya.

AYO BACA : Badko LPQ Kota Semarang Bentuk Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum

Ya, benar. Ryan adalah satu-satunya tukang servis lampu TL dan LED di kawasan Pasar Kokrosono. Meski lapaknya kecil, beberapa kali terlihat orang menitipkan lampu yang siap diservis kepadanya.

Ryan mengaku, belajar secara autodidak dari sang kakak dalam menyervis lampu. Sebelum ia berani menangani servis di lapak milik kakaknya yang ia  tempati saat ini, sebelumnya kerap membantu kakaknya. Perlahan tapi pasti dalam belajar akhirnya dirinya saat ini mampu melakukan servis sendiri.

"Dulu ikut bantuan kakak di sini sambil belajar. Sekarang lapak di sini saya yang urus dan kakak membuka lapak baru di dekat rumahnya," ujar Ryan, Senin 2 Agustus 2021.

Dalam sehari Ryan mampu menyervis kurang lebih 30 bohlam lampu TL dan LED. Menurutnya, hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk mengeksekusi servisan satu buah bohlam lampu.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Sudah Sampai Pembahasan, Jateng Siap Wujudkan Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 19:51 WIB

PSISa Salatiga: Lini Serang Masih jadi PR

Kamis, 16 September 2021 | 19:33 WIB

Covid-19 di Kendal Renggut 16 Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 18:41 WIB

Gandeng Dinkes, Lapas Semarang Gelar Pemeriksaan HIV

Kamis, 16 September 2021 | 15:30 WIB

Update Stok Darah PMI Kota Semarang 16 September 2021

Kamis, 16 September 2021 | 14:25 WIB

Stok Vaksin Melimpah, Kendal Optimistis Penuhi Target

Kamis, 16 September 2021 | 12:44 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama yang Miliki Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 12:18 WIB
X