Penurunan Tanah di Sejumlah Wilayah Jateng Dinilai Tinggi, Pakar Lingkungan : Ada Beberapa Faktor

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:41 WIB
Genangan air si salah satu ruas jalan di Semarang beberapa waktu lalu (ayosemarang.com/Afri Rismoko)
Genangan air si salah satu ruas jalan di Semarang beberapa waktu lalu (ayosemarang.com/Afri Rismoko)

SEMARANGSELATAN,AYOSEMARANG.COM --Pakar lingkungan dan tata kota dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Dr Milla Karmilah, memberikan tanggapan terkait adanya penurunan tanah atau land subsidence di sejumlah wilayah Jateng.

Terlebih sebelumnya, Kepala Laboratorium Geodesi ITB, Dr Heri Andreas menyebut Semarang dan Pekalongan akan tenggelam lebih dulu dibanding Jakarta karena penurunan tanah atau land subsidence yang masif.

“Mungkin prediksi itu bisa jadi. Apalagi di sepanjang pantura dari Pekalongan hingga Demak itu penurunan permukaan tanahnya cukup masif, sekitar 10 sentimeter [cm] per tahun,” ujarnya dikutip dari solopos.com, Rabu 4 Agustus 2021.

AYO BACA : BPBD Kota Semarang: Genangan Air saat Musim Hujan Alami Penurunan

Milla menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah atau land subsidence di pesisir pantura Jateng. Seperti dari ekstraksi air tanah hingga pembangunan kawasan industri di wilayah pesisir.

“Kalau ini [penurunan tanah] jadi masalah, tentunya Pemerintah Provinsi Jateng sudah mulai mengambil berbagai kebijakan untuk mengatasi. Tapi, sejauh ini kan belum,” imbuhnya.

Milla mengaku penuruan tanah di wilayah pesisir Jateng sebenarnya bukan suatu hal yang baru. Masalah ini terbilang klasik dan memberi dampak bagi warga di kawasan tersebut setiap tahun. 

AYO BACA : Permukaan Tanah Pesisir Turun, Ini Kata Pakar Tata Kota

Adapun salah satu dampak yang diakibatkan penurunan tanah ialah banjir yang melanda di kawasan pesisir pantai utara Jateng, seperti Pekalongan, Demak, dan Semarang setiap tahunnya.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Terkini

Update Stok Darah Semarang Jumat 17 September 2021

Jumat, 17 September 2021 | 16:30 WIB

Sudah Sampai Pembahasan, Jateng Siap Wujudkan Brinda

Kamis, 16 September 2021 | 19:51 WIB

PSISa Salatiga: Lini Serang Masih jadi PR

Kamis, 16 September 2021 | 19:33 WIB
X